Saturday, November 27, 2021
No menu items!
HomeNEWSNATIONALTiga Hal Perlu Diperhatikan Masa Tenang Pilkada Serentak

Tiga Hal Perlu Diperhatikan Masa Tenang Pilkada Serentak

JAKARTA – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada Serentak) yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 mendatang, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu & Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengingatkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk penyelenggaraan bersamaan tibanya masa tenang Pilkada pada 263 provinsi, kota, dan kabupaten seluruh daerah.

Dia menjelaskan Sabtu, 5 Desember 2015 merupakan hari terakhir bagi setiap calon kepala daerah dan partai politik peserta pemilu kepala daerah serentak untuk berkampanye. Merujuk pada UU 8/2015 tentang pemilu kepala daerah Pasal 67 ayat (2) masa tenang dilakukan selama tiga hari sebelum pemungutan suara.

Hadirnya masa tenang dalam tahapan pemilu memiliki beberapa tujuan utama antara lain, bagi Perludem, Pertama, memberikan ruang kepada pemilih untuk berkonsentrasi dan memikirkan secara matang siapa yang akan dia pilih pada tanggal 9 Desember melalui berbagai pertimbangan.

“Langkah ini mulai dari visi dan misi, program, sampai dengan tawaran kebijakan publik yang disampaikan oleh setiap pasangan calon kepala daerah dalam proses kampanye,” jelasnya dalam siaran pers, Sabtu (5/12/2015).

Namun demikan dalam realitasnya, persoalan klasik disetiap masa tenang menjelang hari pemungutan suara ialah pemilih tidak diberikan ruang untuk berifikir secara jernih. Pasalnya, masih ditemuinya beberapa tim sukses dari pasangan calon yang masih berkampanye dengan berbagai cara-cara yang sulit untuk dijerat hukum. Keberadaan money politics dalam wujud vote buying misalnya, sering ditemui oleh pemilih dalam masa tenang yang tentu saja dapat merusak rasionalitas pilihan pemilih.

Kedua, memberikan ruang bagi setiap pasangan calon maupun partai politik untuk konsolidasi dengan para saksi dalam rangka mengawasi dan memantau jalannya pemungutan dan penghitungan suara berjalan sebagaimana mestinya tanpa adanya kecurangan.

Jika merujuk, lanjut Titi, pada pemilu-pemilu sebelumnya, masa tenang justru bukan dijadikan sarana kontrol bagi setiap kandidat untuk mengawasi kandidat satu dengan lainnya untuk meminimalisir kecurangan. Melainkan untuk memaksimalisasi kecurangan-kecurangan yang terselubung antar kandidat dengan tetap mengkampanyekan dirinya semaksimal melalui cara-cara ilegal.

Catatan Perludem, keputusan ilegal ini seperti serangan senja atau serangan fajar, yakni memberikan uang dalam wujud fres money di pagi hari sebelum pemilih memberikan suara ke TPS atau pada malam hari sebelum hari pemungutan suara. Tidak hanya cukup sampai disitu, untuk menjatuhkan lawan politiknya masa tenang sering diwarnai oleh keberadaan fenomena black campaign atau kampanye hitam dengan tujuan mempengaruhi pilihan pemilih.

Ketiga, masa tenang menjadi sarana sekaligus arena bagi penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu untuk mempersiapkan proses pemungutan suara pada 9 Desember mampu berlangsung sesuai dengan prinsip pemilu yang jujur, adil, langsung, bebas, umum, dan rahasia, serta yang tidak kalah penting ialah berjalan dengan tepat waktu, aman, transparan, dan akuntabel.

Perludem mengingatkan, masa tenang sejatinya dapat dijadikan oleh penyelenggara pemilu untuk meninjau kembali berbagai kebutuhan yang menunjang penyelenggaran pemungutan suara apakah sudah terpenuhi atau belum. Kebutuhan logistik misalnya, menjadi salah satu kebutuhan mendasar dan paling vital dalam proses pemungutan suara.

Penyelenggara pemilu khususnya KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, harus betul-betul memastikan keberadaan jumlah surat suara sudah sesuai dengan kebutuhan pemilih di daerah, dan juga sudah sampai di daerah termasuk kecematan untuk disitribusikan. “Jika keberadaan hal ini tidak bisa dipastikan secara serius, hak politik individu warga negara Indonesia untuk memilih wakilnya di pemerintahan daerah akan dipertaruhkan,” jelas Titi. (asr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments