Oleh Lin Yi

Sejak 1 Juli 2003, warga Hongkong selalu mengadakan pawai dengan berbagai tema. Pawai yang sudah berlangsung selama 14 tahun berturut-turut ini oleh warga Hongkong digunakan sebagai salah satu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

Tahun ini pawai bertemakan “Pertempuran yang Menentukan 689,” difokuskan pada penyampaian aspirasi  masyarakat untuk meminta ‘689’ (jumlah suara terpilihnya Leung Chun-ying) turun dari jabatan Ketua Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hongkong.

1 Juli 2012 saat Leung Chun-ying dilantik sebagai Ketua Ekskekutif, sekitar 400.000 orang warga Hongkong turun ke jalanan untuk menyampaikan protes dan meminta ia mundur. Itulah sebabnya, hari ini 4 tahun kemudian muncul tema “Pertempuran yang Menentukan 689,” lagi-lagi menuntut keras Leung turun dari jabatan.

Pawai 1 Juli 2016 di Hongkong yang bertemakan ‘Pertempuran yang Menentukan 689’ diikuti oleh sekitar 110.000 warga Hongkong. (foto Yu Gang/Epoch Times)
Pawai 1 Juli 2016 di Hongkong yang bertemakan ‘Pertempuran yang Menentukan 689’ diikuti oleh sekitar 110.000 warga Hongkong. (foto Yu Gang/Epoch Times)

Tak peduli dengan cuaca panas yang sudah diperingatkan oleh Dinas Meteorologi Hongkong, sekitar pukul 14 hari itu sudah banyak warga datang dan berkumpul di lapngan sepakbola Victoria Park. Barisan pawai dipimpin oleh komentator politik yang cukup terkenal Cheng Xiang bersama aktivis demokrat Liu Shanqing, mulai bergerak dari sana sekitar pukul 15:30

“Saya pikir 689 harus mundur, mengapa hari ini kita menyampaikan tuntutan keras minta ia mundur, karena ia masih mau ikut pemilihan, memperpanjang masa kedudukan,” kata Cheng Xiang.

Selama kepemimpinannya yang 4 tahun itu, ruang gerak warga Hongkong semakin sempit.

“Keamanan dasar bagi warga Hongkong saja tidak mampu ia perjuangkan, maka bila ia tidak mundur, ruang gerak tersebut akan semakin mengecil,” tambahnya.

Bagi kebanyakan masyarakat Hongkong, mereka berpendapat bahwa kebanggaan sebagai warga Hongkong setelah kembali ke Tiongkok terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa kebijakan yang diterapkan Tiongkok kepada Hongkong itu gagal.

“Yang penting ialah 689 beserta kelompoknya melalui pawai hari ini dapat mengetahui bahwa warga Hongkong sudah tidak menghendaki ia terpilih lagi sebagai Ketua Eksekutif. Sementara itu, kita juga berharap kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada  September mendatang untuk mengekspresikan keinginan kita semua,” jelas Cheng Xiang.

Share

Video Popular