oleh CNA

Pemerintah kota Rio de Janeiro menunggak pembayaran gaji anggota polisi, konflik antara polisi dengan para gangster dari kawasan untuk orang miskin berkembang semakin mengkhawatirkan, perampokan dan perampasan harta di jalan-jalan juga semakin merajalela. Dengan mendekatnya waktu penyelenggaraan Olimpiade musim panas 2016, situasi keamanan di Brazil menjadi keprihatinan internasional.

BBC Brazil mengutip sejumlah saran yang diberikan oleh para ahli dan petinggi setempat menyimpulkan 4 hal yang menjadi faktor penyebab timbulnya masalah keamanan dan ketertiban di Rio de Janeiro : Ekstremisme. Penurunan moral polisi akibat krisis keuangan yang melanda Brazil. Para petugas ketertiban umum bersikap kurang semangat. Banyaknya kasus perampasan yang terjadi di kawasan untuk orang-orang miskin.

Olimpiade Musim Panas 2016 dan pertandingan olahraga Paralimpik diperkirakan akan menarik sekitar 500.000 pengunjung, termasuk partisipasi 15.000 orang atlit dari 200 lebih negara, dan sekitar 800 orang kepala negara yang menghadiri upacara pembukaan.

Seorang Penasihat dari NSA Brazil, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa layanan keamanan pribadi saat Final Sepakbola Piala Dunia tahun 2014, Hugo Tisaka mengatakan bahwa resiko tindakan ekstremis selama Olimpiade sudah ‘nyata dan dekat’. Apalagi baru-baru ini terjadi bom bunuh diri di bandara Turki yang menunjukkan bahwa, tingkat bahaya yang meningkat terus mengancam kegiatan baik itu dilakukan secara individu maupun berkelompok.

Ahli keamanan internasional Brazil, Sergio Cruz Aguilar juga menyebutkan bahwa meskipun probabilitas dari serangan yang dilakukan secara kelompok masih lebih tinggi, tetapi ia sangat khawatir terhadap serangan yang dilakukan oleh para ‘serigala tunggal’.

Direktur Badan Intelijen Brazil Bagian Kontraterorisme, Luiz Alberto Salaberry mengakui adanya peningkatan resiko serangan ekstremis saat Olimpiade 2016 berlangsung. Apalagi warga Brazil yang direkrut organisasi IS dalam beberapa waktu belakangan ini menunjukkan tren naik. Namun, pihak berwenang Brazil akan melakukan segala upaya keras, termasuk bekerjasama dengan lembaga anti terorisme dari AS, Inggris, Argentina dan negara lainnya untuk mengantisipasi bahaya.

Masalah keamanan kota Rio banyak timbul karena pengaruh dari kondisi keuangan negara bagian. Brazil pada tahun 2016 sudah mencatat defisit anggaran sebesar BRL 19 miliar, sampai sejumlah kantor kepolisian tidak mampu bekerja dengan benar.

Hari ini, pemerintah federal menyetujui pinjaman BRL 2,9 miliar untuk membantu mengatasi pengeluaran yang mendesak. Tetapi jumlah itu hanya cukup untuk menopang pembiayaan sampai berakhirnya Olimpiade.  Bila krisis fiskal pemerintah itu tidak diselesaikan, maka masalah demi masalah masih akan muncul. (Sinatra/asr)

Share

Video Popular