Erabaru.net. Saat cuaca panas, kebanyakan anak-anak bermain di bawah sinar Matahari dan melakukan aktivitas di luar. Dan sementara banyak orang tua memiliki pemahaman yang cukup mengenai pentingnya tabir surya dan perlindungan kulit, bahaya akan cuaca panas yang dapat mengakibatkan penyakit akibat panas seringkali menjadi terabaikan.

Anak-anak dan orang tua adalah yang paling rentan terkena penyakit ini, dan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap tahun rata-rata 300 orang meninggal akibat sengatan panas yang berlebihan di Amerika. Tiga jenis penyakit yang diakibatkan oleh panas adalah kram panas, letih panas, dan stroke panas.

Kram panas

Kram panas adalah yang cukup serius dari ke tiga jenis penyakit ini, ciri-cirinya adalah sakit pada otot atau kejang pada lengan, kaki, atau abdomen yang biasanya muncul setelah melakukan aktivitas berat. CDC meyakini bahwa gejala-gejala ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya kadar garam dalam otot dikarenakan keringat berlebihan, namun juga bisa tanda-tanda letih panas.

Kram panas tidak selalu membutuhkan perhatian medis. CDC menawarkan tips perawatan apabila anak Anda mengalami kram panas:

  • Hentikan seluruh aktivitas dan duduklah di tempat yang sejuk.
  • Minumlah jus atau minuman olahraga.
  • Regangkan atau pijat area yang sakit dengan lembut.
  • Jangan beraktivitas berat terlebih dahulu selama beberapa jam, tunggu hingga kram menghilang. Jika diteruskan dapat mengarah pada letih panas atau stroke panas.

Carilah pengawasan medis apabila kram tidak juga hilang dalam satu jam atau apabila korban memiliki masalah jantung atau kadar sodium rendah.

Letih panas

Letih panas biasanya terjadi dikarenakan terkena sengatan cuaca panas yang terlalu lama disertai asupan air yang tidak mencukupi. Karena keringat yang keluar, kelembaban dan kadar garam tubuh berkurang, letih panas merupakan respon yang dikeluarkan tubuh karena pergantian cairan yang tidak seimbang. CDC mencatat gejala-gejala letih panas:

  • Keringat berlebih
  • Pucat
  • Kram otot
  • Kelelahan atau lemah
  • Pusing, sakit kepala, atau pingsan
  • Mimisan atau muntah
  • Kulit lembab dan dingin
  • – Denyut lemah dan cepat
  • – Napas pendek dan cepat

Apabila letih panas tidak segera ditangani, dapat menjadi stroke panas. Untuk menghindari ini, direkomendasikan perawatan berikut:

  • Pindahkan korban ke tempat yang sejuk.
  • Lepaskan atau longgarkan pakaian yang terlalu ketat dan gosok kulit dengan pakaian basah (seperti lap atau handuk basah).
  • Berikan korban setengah gelas air dingin setiap 15 menit.
  • Awasi korban apabila ada perubahan kondisi.
  • Cari pengawasan medis apabila gejala parah, memburuk, atau apabila korban memiliki tekanan darah tinggi atau masalah jantung.

Stroke panas

Stroke panas merupakan situasi yang bisa mengancam hidup seseorang dan terjadi apabila mekanisme keringat tidak bekerja sebagaimana mestinya dan tubuh tidak dapat mengatur suhu tubuh. Seorang yang menderita stroke panas, temperatur tubuhnya dapat mencapai 41°C. Gejala-gejala lain dapat berbeda namun bisa termasuk:

  • Kulit merah, panas dan kering (tidak berkeringat)
  • Denyut keras dan cepat
  • Sakit kepala yang berdenyut
  • Pusing
  • Mimisan
  • Kebingungan
  • Tidak sadarkan diri

Apabila diduga terkena stroke panas, segera cari bantuan medis sesegera mungkin dan ambil langkah-langkah yang direkomendasikan CDC berikut ini:

  • Letakkan korban di tempat yang teduh.
  • Segera dinginkan korban dengan cara apa pun. Contohnya termasuk masukkan korban ke dalam bak berisi air, siram dengan air dingin, semprot dengan air dingin, atau, apabila tingkat kelembaban rendah, bungkus korban dengan handuk dingin dan basah dan kipasi dia.
  • Mengawasi suhu tubuh dan terus dinginkan si korban hingga suhu tubuh turun hingga 38° – 39°C.
  • Apabila bantuan medis terlambat datang, hubungi rumah sakit bagian UGD untuk instruksi lebih lanjut.
  • Jangan beri korban cairan.

Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika atau American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan air sebagai cairan terbaik bagi anak-anak untuk diminum agar kadar air dalam tubuh tetap seimbang. Minuman olahraga seringkali mengandung sejumlah kafein dan gula yang tidak sehat dan dapat berakibat buruk.

Penting untuk mengingat bahwa penyakit yang diakibatkan cuaca panas dapat menjadi fatal. Untuk informasi lebih mengenai gejala-gejala dan cara penanganan, kunjungi situs CDC atau Palang Merah Amerika. (Epochtimes/Val/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular