Oleh: Zhou Xiaohui

Pada 22 Juni lalu, berita dari situs Divisi Supervisi pada Komisi Disiplin Pusat Partai Komunis Tiongkok/ PKT menyebutkan, Tim Inspeksi Ke-10 Sesi XVIII menggelar rapat pada hari itu, Wang Qishan selaku pimpinan Tim Inspeksi Pusat sekaligus sebagai Sekjend Komisi Disiplin Pusat PKT hadir dalam rapat tersebut dan memberikan perintah penting.

Berita juga menyebutkan bahwa yang ditargetkan dalam inspeksi tersebut sangat jelas, menguasai kesamaan dan menonjolkan individual. Tim inspeksi selain harus memeriksa hasil pelaksanaan inspeksi terdahulu, juga harus menemukan masalah baru.

Tim inspeksi selain harus melakukan “inspeksi ulang” pada 4 kota besar yakni Tianjin, Jiangxi, Henan, dan Hubei, juga harus melakukan inspeksi terhadap 32 unit instansi partai pusat, di antaranya termasuk “Kantor Pusat Pencegahan dan Penanganan Aliran dan Agama Sesat”, yakni instansi yang selama ini dikenal bereputasi buruk, “Kantor 610.”

“Kantor 610” Pusat dibentuk pada 10 Juni 1999. Dan setelah terbentuk misi utama yang ditetapkan adalah menindas Falun Gong. Kantor itu mulanya dibentuk oleh Li Lanqing dan Luo Gan, kemudian Wang Maolin, Liu Jing, Li Dongsheng masing-masing pernah menjabat sebagai kepala pada instansi tersebut. Instansi ini tersebar di seluruh penjuru RRT, selain “Kantor Pusat 610” tingkat 1 yang berada di pusat, di berbagai propinsi, kota, kabupaten, desa juga dibentuk instansi serupa, dan semua disebut “Kantor 610.” Sebagian besar di antaranya berada di bawah otorisasi Komisi Politik Hukum dan sebagian kecil lainnya bernaung di bawah Komisi Partai.

Kantor tersebut memiliki sistem operasional yang independen, yang bisa mengendalikan aparat di tingkat partai, administratif, sampai ke polisi bersenjata, bisa memaksa instansi pemerintahan untuk ikut serta dalam penindasan terhadap Falun Gong, serta memiliki kekuasaan yang sangat besar. Perintah diturunkan langsung dari pejabat tinggi pusat. Dalam masa penindasan Falun Gong selama belasan tahun, kejahatan yang dilakukan “Kantor 610” tidak terhitung jumlahnya.

Tidak diragukan lagi, jika berniat mempertahankan skala yang sangat besar dan jangka waktu penindasan yang begitu lama terhadap Falun Gong, pasti dibutuhkan dukungan dana yang sangat besar. Pada Maret 2013, pada Laporan Departemen Keuangan PKT disebutkan bahwa biaya untuk menjaga stabilitas keamanan pada 2012 mencapai hampir RMB 7,1 trilyun, atau RMB 6 milyar lebih besar dari anggaran semula, dan anggaran untuk stabilitias keamanan terus meningkat sebesar 8,7% atau hampir RMB 770 milyar.

Selama 3 tahun berturut-turut biaya sudah melebihi rencana anggaran kemiliteran. Dan biaya “stabilitas keamanan” PKT ini sebagian besar digunakan untuk menindas Falun Gong, besarnya biaya sudah tak terhitung lagi.

Beberapa tahun lalu nara sumber mengungkapkan, hanya untuk menindas Falun Gong saja, awalnya setiap tahun PKT telah menggunakan dana setara ¼ dari total PDB untuk melakukan penindasan tersebut, angka tertinggi mencapai 3/4 dari total PDB.

Pada 2000, di saat penindasan PKT terhadap Falun Gong sedang gila-gilanya, nilai PDB waktu itu adalah RMB 10 trilyun, ¼ dari PDB itu yakni sekitar RMB 2,5 trilyun dipakai untuk penindasan. Selain itu, pada 2004 seorang pejabat tinggi kehakiman propinsi Liaoning pada saat berada di Kamp Kerja Paksa Masanjia, Shenyang, pernah mengatakan bahwa dana yang ditempatkan untuk menindas Falun Gong telah melampaui dana yang dibutuhkan dalam satu ajang peperangan. Betapa investasi PKT untuk menindas Falun Gong begitu besarnya.

Semua dana itu digunakan untuk memperbanyak personel “Kantor 610” di seantero negeri, memberi bonus dan penghargaan bagi para polisi dan aparat yang bergiat dalam penindasan, memperluas penjara, membuat kelas indoktrinasi, membeli peralatan pengintai dan lain sebagainya, dana yang dikuasai oleh “Kantor 610 Pusat” sebagai penanggung jawab penindasan (Falun Gong) dan unit yang memberikan perintah, sangatlah fantastis.

Kini dalam perang memberantas korupsi yang digelar Xi Jinping, Zhou Yongkang yang pernah mengepalai tim pusat “Kantor 610” bersama Li Dongsheng yang pernah menjadi wakil ketuanya sama-sama telah dipenjara, sementara Luo Gan, Xu Yongyao, Wang Lequan, Liu Jing dan lain-lain yang juga pernah menjabat sebagai ketua atau stafnya juga sedang diinvestigasi. Saat ini tim inspeksi Komisi Disiplin Pusat akan segera menduduki “Kantor 610,” tidak hanya memeriksa masalah keuangannya, terutama adalah menumpas habis semua antek Jiang dan memperingatkan para antek Jiang lainnya yang hingga saat ini masih terus menindas Falun Gong.

Di saat yang sama, juga bertujuan merealisasikan tekad Xi Jinping untuk “membabat habis” koruptor, baru-baru ini telah beredar kabar bahwa Jiang Zemin bersama putranya Jiang Mianheng telah ditahan rumah, Jiang Mianheng telah dipanggil Komisi Disiplin Pusat untuk dimintai keterangan. Tiada asap tanpa api, semua ini karena inspeksi terhadap “Kantor 610” bertujuan untuk menghantam titik kelemahan kubu Jiang, dan akan mengungkap satu hal penting: Jiang Zemin akan segera dihabisi! (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular