Oleh:  Zhuang Zhengming

Beberapa hari lalu mantan Menteri Front Persatuan sekaligus Dirjen Kantor Administratif Pusat Partai Komunis Tiongkok/ PKT Ling Jihua telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sampai saat ini, “Geng Empat Baru” yang terdiri dari Ling Jihua, mantan anggota Dewan Komisi Tetap Politbiro Pusat yakni Zhou Yongkang, mantan Sekkota Chongqing yakni Bo Xilai, dan mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat yakni Xu Caihou, akhirnya harus berakhir tragis dengan nasib satu orang meninggal karena sakit dan tiga lainnya dipenjara seumur hidup.

Pada 4 Juli 2016 lalu, Pengadilan Tingkat I kota Tianjin telah menjatuhi hukuman penjara seumur hidup bagi Ling Jihua yang terbukti bersalah atas tuduhan “menerima suap, mencuri rahasia negara, penyalahgunaan kekuasaan.”

Pengadilan mendakwanya terlibat suap senilai RMB 77.08 juta dan berkomplot dengan Li Chuncheng, Bai Enpei dan lain-lain dalam kejahatan tersebut, menyalahgunakan kekuasaan untuk mempromosikan jabatan, dan pencurian sejumlah besar rahasia negara. Dalam proses pengadilan tersebut Ling Jihua menyatakan, menerima semua tuduhan terhadap dirinya dan mentaati keputusan pengadilan.

Hal yang patut diperhatikan adalah, pada “Geng Empat Baru,” Zhou Yongkang dan Bo Xilai juga telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup masing-masing pada Juni 2015 dan Oktober 2013 silam. Disamping itu, jendral Xu Caihou telah meninggal dunia akibat kanker prostat pada Maret 2015.

Konspirasi Terungkap

Sebelumnya pada 20 Juli 2015, jabatan dan keanggotaan Ling Jihua telah dicopot dan diproses di pengadilan. Media massa pemerintah mengumumkan tuduhan pertama adalah Ling Jihua melakukan pelanggaran kedisiplinan politik dan peraturan politik, kedisplinan organisasi serta kerahasiaan.

Surat kabar “Economic Daily” Hongkong memberitakan, ini jelas menuduhnya berkonspirasi. Analis juga menyebutkan, di kalangan pejabat menyebut Zhou Yongkang, Bo Xilai, Ling Jihua, dan Xu Caihou sebagai “Geng Empat Baru,” karena beredar kabar bahwa keempatnya telah membentuk aliansi politik dan berusaha merebut kekuasaan Xi Jinping dengan cara konflik kekuasaan bahkan upaya kudeta.

Financial Network pernah memberitakan, untuk menutupi kecelakaan mobil Ferrari yang menyebabkan kematian anaknya pada 18 Maret 2012 silam. Ling Jihua telah menyetujui kesepakatan politik tertentu dengan penanggung jawab Komisi Politik Hukum yang menjabat pada masa itu.  Berita juga menyebutkan, ada tanda-tanda yang membuktikan, bahwa Ling Jihua, Zhou Yongkang, dan Bo Xilai  pada waktu itu memiliki hubungan konspirasi tertentu.

Dalam buku berjudul “Taiwan’s Book of Life and Death” karya Yuan Hongbing diungkapkan, setelah terjadi kecelakan mobil Ferrari itu, diam-diam Zhou Yongkang telah mengajak Ling Jihua untuk bertemu. Awalnya Ling Jihua diminta untuk membuka sebuah dokumen rahasia, yang isinya mengenai aksi korupsi keluarga dan kerabatnya dengan menyalahgunakan kekuasaan Ling, serta transaksi jual beli jabatan dan lain-lain.

Setelah membacanya Ling Jihua langsung berkeringat dingin, sehingga keduanya pun mencapai sepakat, bahwa Zhou Yongkang akan membantu Ling Jihua untuk duduk di jajaran Dewan Tetap Politbiro Pusat pada Rapat Pleno ke-18 yang akan digelar musim semi itu. Sedangkan Ling Jihua akan membantu membersihkan nama baik Zhou Yongkang dengan cara memutus hubungannya dengan Bo Xilai dan mundur teratur.

Januari 2015, media “Phoenix Weekly” mengungkap persekongkolan politik antara Zhou Yongkang dan Bo Xilai serta sejumlah detil rencana kudeta mereka. Berita menyebutkan, Zhou Yongkang pernah melakukan pertemuan rahasia dengan Bo Xilai di Chongqing. Pembicaraan mereka termasuk menyangkal teori reformasi Deng Xiaoping, dan berupaya membangkitkan lagi “Revolusi Kebudayaan,” serta menyatakan akan “melakukan gebrakan besar.”

Pada 15 Maret di tahun yang sama, wakil pimred surat kabar “People’s Daily” bernama Zhou Ruijin menulis artikel yang menjelaskan, bahwa dalam kasus Zhou Yongkang dan Bo Xilai, baik Xu Caihou dan Ling Jihua sama-sama terlibat, bersama komplotannya yakni Li Chunsheng, Jiang Jiemin (蔣潔敏), dan lain-lain. Mereka berkonspirasi dan membentuk jaringan korupsi yang sangat besar, saking besarnya seakan mampu “menutupi langit.”

BackingGeng Empat Baru” Dikabarkan Telah Diawasi Secara Internal

September tahun lalu majalah “Global News” Hongkong yang berlatar belakang militer (PKT) mengungkapkan, “Geng Empat Baru” yang terdiri dari Zhou Yongkang, Bo Xilai, Xu Caihou, dan Ling Jihua memiliki “majikan” yang sama yakni Jiang Zemin.

Belum lama ini aksi pemberantasan korupsi oleh kubu Xi Jinping telah mengarah pada Jiang Zemin berikut keluarganya. Pada 14 Juni lalu, pengacara HAM Shanghai bernama Zheng Encong mengungkapkan, salah seorang teman alumninya yang tahu menahu informasi di kalangan pejabat tinggi mengatakan agar dirinya harus ikut dalam pertemuan untuk “merayakan berakhirnya nasib Jiang Zemin.” Polisi PKT yang mengawasi Jiang bahkan terang-terangan berbicara soal Jiang Zemin dan putranya yang telah dikenakan tahanan rumah.

Awal Juni lalu, seorang nara sumber yang dekat dengan pihak Kejaksaan Tinggi Shanghai mengatakan kepada Dajiyuan (Epoch Times dalam edisi bahasa Tionghoa), saat ini putra sulung Jiang Zemin yakni Jiang Mianheng telah dikenakan tahanan rumah di suatu tempat yang dirahasiakan di luar kota Shanghai, hanya diperbolehkan keluar untuk menjelaskan kondisi keuangan dirinya sendiri berikut keluarganya yang lain. Sebelumnya pada akhir Maret lalu, Zheng Encong mengungkap bahwa baik Jiang Zemin maupun putranya telah diawasi. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular