Dua gempa dangkal yang masing-masing berkekuatan 5.9 dan 6.4 SR terjadi berselang sekitar 10 menit di Ekuador pada Minggu (10/7/2016) malam waktu setempat. Hingga saat ini belum ada laporan tentang korban, dan Pusat Pengawas Gempa juga tidak mengeluarkan peringatan tsunami.

American Broadcasting Company mengutip USGS memberitakan bahwa gempa pertama berkekuatan 5.9 SR terjadi di daerah yang berjarak sekitar 41 km dari kota Esmeraldas. Gempa berikutnya yang berkekuatan 6.4 SR juga terjadi di lokasi yang sama 10 menit kemudian. Kedua gempa itu memiliki kedalaman sekitar 35 km.

Ibukota Quito yang berjarak sekitar 153 km di bagian tenggara dari pusat gempa ikut merasakan getaran yang cukup kuat. Sampai saat ini belum ada laporan tentang korban dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik pun tidak mengeluarkan peringatan tsunami.

Setelah gempa terjadi, Presiden Ekuador Rafarel Correa menulis dalam Twitter mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak panik.

Kabarnya, pusat gempa kali ini berada di lokasi sama seperti gempa berkekuatan 7,8 SR yang terjadi di daerah Pedernales pada 16 April lalu. Saat itu, gempa menewaskan 663 orang dan membuat 29.000 orang kehilangan tempat tinggal. Ini adalah bencana alam terburuk yang terjadi di Ekuador dalam beberapa  dekade terakhir.

Institut Geofisika Ekuador menjelaskan bahwa sejak gempa April sampai sekarang ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 2.100 kali lebih. Bahkan sejumlah gempa susulan itu memiliki kekuatan sampai 6 SR.

Gempa bumi sampai sejauh ini masih merupakan salah satu bencana alam yang sulit dapat sepenuhnya diprediksi oleh manusia, terutama kalau gempa itu memiliki hiposentrum dangkal. Biasanya akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah, bahkan menghancurkan harta manusia dan merenggut nyawa dalam sekejap mata. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular