Hal-hal yang memicu tidak sehatnya seseorang, dimana jika ada “3 jenis emosi” ini, akan berdampak buruk pada kelenjar susu. Tingginya angka kejadian penyakit kanker payudara, lebih dari setengahnya karena energi negatif dari suasana hati individu.

Kenali tiga jenis emosi berikut ini.

1. Jengkel

Jengkel (emosi yang terpendam di hati) : Lebih banyak terjadi antara suami dan istri, dan menjadi tidak berujung begitu amarah memuncak, tidak berbicara satu sama lain, cemberut, bermuka asam. Amarah yang terpendam ini (jengkel, dongkol dan semacamnya) adalah suatu “kekerasan dingin”, tanpa disadari akan berdampak buruk pada fisik individu. Uneg-uneg atau emosi yang terpendam di hati antara suami isteri ini paling membahayakan secara fisik.

2.Kesal

Biasanya orang-orang kerap merasa kesal karena disalahkan atau kecewa/tidak puas atas sesuatu hal yang berhubungan dengannya. Setiap orang mungkin ada kalanya akan merasa kesal, hanya saja tingkatnya tidak sama. Sebuah liputan media mengungkapkan, karena waktu antrian yang terlalu lama, seorang pria lalu memisahkan 100 kali uang pecahan 1 dolar, ia mengambil 100 dolar dari setiap 1 dolar yang dikumpulkannya satu persatu. Tapi, akibat dari kekesalan ini, dampak paling buruknya justeru mereka sendiri.

3. Geram (amarah yang berapi-api) : Akan meninggalkan bekas yang tidak sama pada tubuh

Bagi mereka yang sensi negatif atau berperangai lekas marah, sangat rentan meletuskan emosi yang berapi-api. Dalam lima prinsip perawatan kesehatan disebutkan, bahwa amarah dapat merusak hati, murka membuat hati nyeri, dada sesak dan dampak buruk lainnya secara fisik. Apabila amarah seperti ini tidak dikontrol, bahayanya sangat serius, akan meninggalkan bekas emosi pada tubuh.

a. Marah sekali, akan berdampak buruk pada kesehatan, penyakit yang disebabkan emosi jiwa/marah tidak sama dengan penyakit yang disebabkan oleh karena masuk angin, hawa dingin, heatstroke atau cuaca lembab dan faktor eksternal, yang bisa secara langsung merusak fungsi organ internal, dan memperburuk penyakit.

b. Ditilik dari penampilan luar, mereka yang kerap dalam keadaan marah dan lekas naik darah, sebagian besar akan botak (kepala). Jika serius, dapat membuat kepala menjadi runcing ; sebaliknya jika ringan, akan membentuk botak halus berbentuk M yang meruncing di kedua sisi dahi.

c. Laman “Los Angeles Times” juga menyebutkan, bahwa orang-orang yang mudah marah rentan ditumbuhi dengan bintik di wajah, membuat sel-sel otak mengalami penuaan dengan cepat. Ditilik dari sudut pandang kedokteran Tiongkok, ketika marah, gejolak amarah itu akan mencuat ke atas, menyebabkan kepala menjadi panas, sehinngga rambutpun menjadi rontok. Amarah yang serius/fatal, terkadang dapat menyebabkan perdarahan hati, dan darah itu akan menetap di dalam organ hati jika tidak bisa dimuntahkan/dikeluarkan, dan dalam beberapa waktu ke depan akan membentuk atau menjadi Angioma (tumor jinak pembuluh darah – pembuluh getah bening).

Dalam beberapa penelitian ilmiah dikatakan bahwa setiap kali seseorang marah maka telah terjadi berbagai perubahan pada seluruh tubuhnya, mulai dari hati, pembuluh darah, perut, otak, dan kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Seluruh jalan fungsi tubuh yang alamiah berubah pada waktu marah, termasuk juga hormon yang berubah menjadi bahan bakar pada saat timbul rasa marah.

Dengan kata lain, marah hanya akan “mempercepat” proses kematian. Oleh karena itu, sebisa mungkin jauhi sikap marah yang terlalu berlebihan.

Karena itu, jangan terlalu dipikirkan atas sesuatu yang belum terjadi ; jangan terlalu terbebani dengan sesuatu yang sedang terjadi ; biarkanlah berlalu sesuatu yang sudah terjadi.

Kontrol perasaan Anda, hadapi dengan sikap sabar saat marah, untuk menghindari kemasgulan hati yang berlarut-larut.

Harus mempunyai sandaran spiritual, misalnya mendengarkan musik, mengurus/merawat tanaman bunga dan semacamnya. Selama kita memiliki sandaran spiritual, maka kita akan penuh percaya diri dengan perjalanan hidup, mengurangi emosi yang tidak perlu.

Selain itu, seseorang yang suka marah-marah secara berlebihan, kemungkinan menderita “depresi”. Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia, probalitas orang-orang berusia lebih dari 60 tahun menderita depresi/pikun itu dikisaran antara 7 % – 10 %, sedangkan angka kejadian penyakit mereka yang menderita hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes itu mencapai 50%. Orang-orang seperti ini, apabila ingin menyesuaikan sikap, tertawa lepaslah 3 menit setiap hari, tertawa bisa mengurangi kelelahan, mengurangi stres, membantu memperbesar kapasitas paru-paru, mendorong/meningkatkan proses pencernaan, agar secara berangsur-angsur mengurangi depresi. Dengan melepaskan segala bentuk kerisauan, Anda akan merasakan kenyamanan yang tak terkira. Ingat, segala bentuk penyakit itu bersumber dar individu masing-masing.(Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular