Seniman foto Amerika Spencer Tunick memamerkan karya seni terbarunya yang menggabungkan secara dramatis ketelanjangan wanita dengan politik. Ia meminta 100 orang wanita untuk telanjang dan berdiri membawa cermin di luar gedung yang sedang menyelenggarakan Konvensi Nasional Partai Republik AS (RNC).

Pantulan sinar matahari melalui cermin itu diarahkan ke gedung tersebut sebagai protes atas ucapan-ucapan bernada kebencian dari calon presiden AS Donald Trump.

Agence-France Presse melaporkan bahwa karya seni besar Tunick yang diberi nama “Everything She Says Means Everything” tersebut melibatkan wanita dengan tanpa membedakan bentuk tubuh dan warna kulit, semua membawa cermin untuk memantulkan cahaya matahari ke gedung tempat konvensi Partai Republik yang sedang meresmikan pengangkatan Donald Trump sebagai kandidat yang akan tutut dalam pemilihan presiden AS mendatang.

Tunick adalah seorang seniman foto bugil yang sudah terkenal di AS dan tak jarang membuat hati berdebar melihatnya, atau beberapa orang malahan ikut ambil bagian dalam selfi.

Dalam websitenya ia menulis, “Cermin-cermin tersebut sendang memantulkan konsep tentang kemajuan pengetahuan dan kebijakan kaum perempuan beserta pesan bumi pertiwi … agar disampaikan kepada semua peserta yang hadir di konvensi Clevland.”

Namun Tunick sudah menegaskan bahwa adegan yang diambil kali ini memiliki makna politik lebih besar daripada seni.

Kepada wartawan AFP, dalam menanggapi ucapan Trump yang suka melecehkan orang Meksiko, Arab, wartawan perempuan dan lainnya saat berkampanye, seniman berusia 49 tahun ini mengatakan, “Sebagai calon presiden, ia seharusnya tidak melontarkan kata-kata yang mengandung kebencian dan bernuansa SARA.”

“Saya tidak ingin hanya menjadi pemilih yang hanya memberikan hak suara, tetapi tanpa berbuat  sesuatu. Saya pikir setiap seniman perlu dan bisa berpartisipasi menjelang pemilihan presiden melalui karya-karya seninya,” pungkas Tunick. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular