JAKARTA – Sekelompok pemudi dan pemuda berjalan menunduk dengan serius sembari memandangi ponsel mereka di suatu tempat, bisa pagi hari atau malam hari di suatu tempat. Sebelumnya mereka pergi setelah mengetahui adanya petunjuk dari GPS di ponsel mereka. Itulah permainan Pokemon GO yang lagi booming dengan mengutamakan permainan nyata dan virtual.

Menteri Sekretaris Negara, Pramono Anung mengaku banyak Pokemon yang bisa didapatkan di Istana Negara. Jika dibandingkan di rumah kediamannya, ujarnya, Pokemon yang ditemukan di Monas lebih top. Tak hanya soal monster Pokemon, Pramono mengaku memiliki aplikasi permainan ini. Namun, Pramono mengaku tak ikut memainkan aplikasi permainan terbaru ini.

Pramono juga mengaku mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini yakni permainan tak mengandalkan penggunanya hanya berdiam di tempat. Saat permainan sedang booming, Pramono turut menulis komentarnya dalam akun twitternya, “Kehidupan sering kali seperti Pokemon Go, saat lagi disukai, semua datang dan mencari, ada saatnya bosan dan ditinggalkan,”dengan hastek realita, Kamis (14/7/2016).

Komentar juga disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso terkait permainan yang sedang mewabah pada saat ini. Sutiyoso mengatakan sedang mengkaji terkait untung dan ruginya permainan ini.

Pria yang akrab disapa dengan Bang Yos itu, masih tak mau berspekulasi ketika ditanyai wartawan bahwa proyek permainan ini sebagai agen spionase. Namun Sutiyoso mengaku BIN sudah membentuk tim untuk mengkaji lebih mendalam terkait aplikasi membutuhkan gerak di dunia nyata.

Sementara anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Tantowi Yahya mengaku ikut mengunduh permainan Pokemon GO. Hal demikian dilakukan Tantowi untuk mengetahui secara rinci seperti apa permainan mengutamakan sistem tracking ini. Menurut dia, Komisi I DPR RI akan mencari tahu lebih jauh terkait adanya perkiraan permainan ini memiliki maksud tertentu oleh pembuatnya.

Untuk mengatahui secara rinci, ternyata Komisi I DPR RI akan memanggil mitra kerjanya Menteri Komunikasi dan Informatika. Menurut Tantowi, bermaina Game merupakan hak warga negara untuk menikmatinya. Akan tetapi, pemerintah harus memperhatikan ketika game tersebut  menganggu keamanan informasi negara.(asr)

Share

Video Popular