Oleh Zhang Zhi

Sebuah pesawat penumpang dari maskapai American Airlines pada Kamis (21/7/2016) kemarin sore mengalami kebocoran tangki bahan bakar saat berjalan menuju landasan. Bau minyak yang menyengat memaksa pesawat tersebut berhenti berjalan menuju landasan pacu dan mengevakuasi 138 orang penumpang dan awaknya. 24 orang di antaranya dibawa ke rumah sakit untuk perawatan meskipun hanya terluka ringan.

Laporan beberapa media menyebutkan bahwa penerbangan pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan AAL1822 Kamis sore itu menemukan ada kebocoran minyak dari tangki pesawat sehingga meminta petugas terminal bandara untuk membatalkan penerbangan dan langsung mematikan seluruh peralatan pesawat, meskipun pada saat itu pesawat sedang berjalan menuju landasan pacu untuk diterbangkan.

Juru bicara bandara Cassandra Davis mengatakan tim penyelamat dari Bandara Internasional Palm Beach dengan cepat bergerak begitu menerima laporan. Mereka langsung mengevakuasi seluruh penumpang dan awak melalui tangga darurat setelah menemukan kebocoran bahan bakan dari alat hidrolik pesawat.

Juru bicara maskapai American Airlines dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa pesawat saat itu sedang membawa 133 orang penumpang bersama 5 orang awak. Di antaranya, 23 orang dan 1 orang awak mengalami luka ringan saat evakuasi sehingga perlu dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Sedangkan sisa penumpang lainnya terpaksa kembali ke ruang tunggu dalam terminal menunggu maskapai mengatur jadwal penerbangan baru bagi mereka.

Federal Aviation Administration (FAA) mengabarkan bahwa pesawat AAL1822 hari itu sedang bersiap untuk menerbangi rute Palm Beach, Florida menuju Philadelphia. Sebagian besar dari 24 orang yang mengalami luka ringan itu terjadi saat evakuasi dengan menggunakan tangga peluncur, atau terkena uap dari bahan bakar yang bocor melalui sistem hidrolik pesawat sehingga mata merah, terasa pedih, gatal pada kulit atau karena kesulitan bernapas.

Penumpang pesawat bernama Cathy Quinn bersama putrinya Meghan saat itu berada dalam pesawat yang sudah siap untuk diterbangkan ke Philadelphia. Mereka menumpang pesawat itu untuk menghadiri pemakaman orang tercinta pada sore hari itu.

Cathy menceritakan bahwa saat pesawat sedang berjalan lambat menuju landasan pacu itu tiba-tiba bau bahan bakar yang sangat menyengat menyelubungi kabin pesawat. “Mengerikan! Anda bahkan tidak bisa bernapas.”

Pesawat langsung dihentikan di atas jalur taxi way, dan tak lama kemudian terdengan suara pilot menyiarkan, “Evakuasi, evakuasi” melalui loudspeaker.”

Penumpang lainnya, Joe Lashinger mengatakan, pesawat tersebut sebenarnya sudah mengalami keterlambatan berangkat selama 45 menit, setelah siap lalu ini yang terjadi.

“Baunya itu seperti terbakarnya peralatan listrik, menyengat hidung, tetapi memang tidak terlihat adanya api,” katanya.

Mereka yang mengalami cedera itu kebanyakan adalah akibat dari menggunakan tangga peluncur karet saat meninggalkan pesawat. Dan para penumpang lainnya itu baru dibawa ke gedung terminal setelah sekitar 1 jam menunggu di landasan.

“Entah bagaimana nasib kita bila hal itu terjadi saat pesawat sudah mengudara! Beruntung!” kata Lashinger, pendapat serupa juga dari Cathy Quinn.

Juru bicara bandara Cassandra Davis menyatakan tidak terjadi gangguan berarti karena kejadian tersebut. Tetapi ia juga  mengatakan bahwa kejadian ini merupakan akibat dari pemeliharaan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular