Media mingguan IHS Jane’s Defense Weekly melaporkan bahwa 2 hari sebelum Mahkamah Arbitrase Internasional mengumumkan putusannya, Tiongkok sudah memindahkan perangkat anti rudal darat-udara mereka yang ditempatkan di Pulau Yongxing (Woody Island), Laut Tiongkok Selatan. Ahli berpendapat, ini adalah niat baik yang ditunjukkan Beijing kepada Washington.

Media ‘China Morning Post’ edisi bahasa Inggris mengutip IHS Jane’s Defense Weekly’ juga melaporkan bahwa perangkat anti rudal darat-udara HQ-9 milik Tiongkok yang ditempatkan di Pulau Yongxing sudah dipindahkan dari sana sejak 10 Juli 2016, 2 hari sebelum keputusan arbitrase diumumkan.

Menurut IHS Jane’s Defense Weekly bahwa HQ-9 Tiongkok yang memiliki jangkauan maksimal 200 km, dapat digunakan untuk meledakkan hulu ledak rudal maupun pesawat tempur musuh sudah ditempatkan di pulau itu sejak Februari 2016.

China Morning Post mengutip ucapan ahli angkatan laut Beijing, Li Jie melaporkan bahwa pemindahan HQ-9 itu besar kemungkinan merupakan tanggapan Tiongkok atas kesediaan AS memindahkan-keluarkan kapal induk bertenaga nuklir USS. John C. Stennis dari Laut Tiongkok Selatan pada 5 Juli lalu.

Ia juga menambahkan bahwa kedua negara sudah menunjukkan niat baik untuk mengurangi resiko konfrontasi militer di Laut Tiongkok Selatan

Li Jie mengatakan, Kementerian Pertahanan AS memutuskan untuk memindahkan kapal induk USS John C. Stennes dari Laut Tiongkok Selatan ke pangkalannya di Hawaii. Karena itu pihak Beijing juga ingin menunjukkan niat baiknya kepada AS, agar penurunan ketegangan di kawasan itu bisa tercapai.

Ia juga mengatakan, dunia luar bisa melihat bahwa perukaran pendapat antar pejabat tinggi kedua negara AS-Tiongkok sesungguhnya terjadi. Sebagai contoh, Admiral Angkatan Laut AS John M. Richardson melakukan kunjungan ke Beijing setelah Mahkamah Arbitrase Internasional mengumumkan keputusan.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular