Erabaru.net. Infark miokardial atau serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Infark miokard adalah suatu kondisi jantung akut dan parah, gejalanya berupa ketidaknyamanan rasa nyeri di dada dengan tingkat yang tidak sama, biasanya disertai dengan fisik yang lemah, berkeringat, pusing, mual, sesak napas dan gejala tidak nyaman lainnya.

Bahkan mungkin akan mengalami “nyeri radiasi”, dari nyeri dada hingga nyeri di bahu kiri, sakit punggung, kemudian nyeri di rahang bahkan sekitar gigi. Apabila muncul gejala seperti tersebut di atas, terkecuali cedera olahraga, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis.

Seorang pria bernama Andy (samaran) sehari-hari punya kebiasaan berolahraga, saat mengikuti turnamen bulutangkis, ia ditemukan jatuh pingsan sebelum bertanding. Pria ini didiagnosis menderita infark miokard setelah diperiksa di rumah sakit.

Menurut keterangan teman-temannya, bahwa tiga hari menjelang pertandingan, Andy sudah mulai mengeluh panas, berkeringat lebih, makan banyak es buah-buahan untuk sekadar meredakan panas, namun, dua hari menjelang pertandingan, ia mengeluh sakit pinggang, namun diabaikannya, ia mengira sakitnya itu mungkin karena terlalu giat berlatih, tapi sehari sebelum pertandingan, sakit yang dirasakannya mulai menjalar ke gigi.

Beberapa gejala yang dirasakan Andi sebelum timbulnya penyakit itu rasanya sangat wajar jika dijelaskan dengan berbagai keterangan umum sebagaimana biasanya, hanya saja, olahraga yang teratur bukan berarti tidak akan terjadi penyakit kardiovaskular (penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah). Menurut keterangan dokter, “Infark miokard” (kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi) bisa mengalami “nyeri radiasi,” dari sesak dan nyeri di dada hingga sakit bahu sebelah kiri, dan sakit pinggang, kemudian nyerinya merembet di rahang bawah bahkan sekitar gigi.

Bagi Anda yang punya kebiasaan olahraga, apabila terjadi rasa sakit sebagaimana disebutkan di atas, Anda bisa mendeteksinya sendiri, misalnya memutar badan, jika tidak bisa juga mengurangi rasa sakit, itu artinya bukan murni cedera karena tarikan otot. Selain itu, Anda bisa juga menekan dengan jari tangan pada titik bagian yang sakit, jika sakitnya terasa seperti di “dalam kulit”, itu berarti sakitnya bersumber dari organ dalam, dan ini harus segera diperiksa untuk menghindari tertundanya pengobatan dini. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular