JAKARTA – Setelah masyarakat dihebohkan dengan adanya peredaran vaksin palsu yang nyatanya meresahkan orang tua, kini muncul lagi kartu BPJS Kesehatan palsu yang ditemukan di Bandung, Jawa Barat. Fakta ini menunjukkan sektor kesehatan sudah menjadi sasaran untuk praktek-praktek tak patut terkait kebutuhan orang banyak.

Sebagaimana diwartakan sejumlah media, kasus ini terungkap setelah seorang warga ternyata tak terdaftar dalam peserta BPSJ walaupun sudah memiliki kartu. Ini terjadi saat Budiyanto datang ke RSUD Cibabat, Cimahi untuk berobat namun tak diterima.

Akhirnya sang pemilik kartu “BPJS” mengaku dia harus merogoh koceknya Rp 100.000 untuk mendapatkannya kartu ini. Ternyata pembuatan kartu BPJS ini tak hanya didapatkan oleh Budiyanto seorang diri, warga di desanya tempat bermukim juga ternyata memperoleh kartu BPJS dengan mekanisme yang ditempuh Budiyanto.

Berdasarkan penuturan warga setempat yakni Desa Kertajaya Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat, praktek ini dilakukan oleh sukarelawan Kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN. Sebelumnya, pembuatan kartu ini dilkukan melalui program subsidi dari Dompet Dhuafa.

Lalu kenapa bisa diketahui palsu? Pihak RS, Minggu (24/7/2016) menyatakan saat menerima kartu yang ditunjukkan oleh masyarakat pada layanan RS ini. Ternyata sistem tak bisa membaca Barcode yang tertera pada kartu ini dan selalu mengalami kegagalan. Pihak RS menuturkan kartunya yang diperoleh warga ini hampir sama dengan kartu BPJS yang lazim digunakan oleh masyarakat.

Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akhirnya angkat bicara menanggapi kasus BPJS palsu. Warga diimbau untukmengecek melalui aplikasi BPJS Kesehatan Mobile atau menghubungi pusat Informasi melalui layanan Call Center yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Kepala Grup Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Ikhsan, mengatakan untuk mengecek status peserta, apakah sudah terdaftar, datanya valid dan aktif, dapat dilakukan melalui aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang dapat diunduh melalui aplikasi Android Google Play Store. Cara lainnya adalah, warga juga bisa juga dengan menghubungi pusat Informasi kami melalui layanan Call Center 24 jam BPJS Kesehatan 1 500 400.

Untuk mengurus kartu ini, masyarakat diminta tak melalui pihak resmi. Warga bisa langsung mendaftar melalui Cannel resmi yang disediakan BPJS Kesehatan. Untuk pendaftaran peserta, selain melalui Kantor Cabang, dapat pula dilakukan melalui website www.bpjs-kesehatan.go.id pada menu Pendaftaran Peserta. Pendaftaran peserta juga dapat dilakukan di sejumlah kantor cabang bank tertentu yang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan, seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

BPJS Kesehatan menegaskan praktek pemalsuan kartu BPJS Kesehatan tersebut bukan dilakukan oleh oknum BPJS Kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan tengah berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak yang berwajib. “Kami berharap pihak yang berwajib dapat menindak pelaku penipuan tersebut sesuai hukum yang berlaku,” kata Ikhsan dalam siaran pers Senin (25/7/2016). (asr)

Share

Video Popular