DENPASAR – Sebanyak 350 praktisi Falun Gong atau Falun Dafa yang berasal dari beberapa daerah di Provinsi Bali menggelar acara peringatan 17 tahun berlangsungnya penindasan terhadap prakitis Falun Gong di Tiongkok. Acara digelar pada dua tempat yakni Lapangan Puputan Margarana Renon dan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung di Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2016).

Peringatan 17 tahun penindasan terhadap praktisi Falun Gong terjadi pada 20 Juli 1999 silam diprakarsai oleh pimpinan Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada saat itu. Hingga kemudian praktisi Falun Gong ditangkap secara ilegal serta menjadi korban perdagangan organ tubuh, kamp kerja paksa dan kamp pencucian otak. Sejumlah berita miring juga dialamatkan kepada praktisi Falun Gong hingga ke seluruh dunia.

Koordinator acara, I Wayan Manuh menuturkan kegiatan ini bermaksud sebagai seruan agar penindasan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok untuk segera diakhiri. Tak hanya itu, kegiatan ini juga digelar dengan maksud untuk menjelaskan dan membeberkan kebenaran Falun Gong sesuai dengan fakta sebenarnya yang dialami praktisi Falun Gong.

Menurut Manuh, penganiayaan terhadap praktisif Falun Gong sudah berlangsung selama lebih dari 17 tahun dan masih berlangsung sampai sekarang, ribuan praktisi masih mendekam di kamp-kamp kerja paksa di Tiongkok. “Juga masih berlangsung pengambilan organ dari para praktisi dan penganiayaan, penindasan serta pemenjaraan terhadap para praktisi Falun Dafa di Tiongkok,” ujarnya.

Sementara warga setempat, Wayan Setiawan mengatakan sangat mendukung cara-cara damai yang dilaksanakan oleh praktisi Falun Gong. Dia menilai sudah semestinya penyampaian pendapat dimuka umum disampaikan dengan cara-cara damai sehingga tak perlu tindak kekerasan dilawan dengan kekerasan.

Menurut dia, penindasan terhadap praktisi Falun Gong semestinya tak boleh terjadi dan berharap pelaku penindasan ini diseret ke pengadilan internasional. Dia mmenyatakan mendukung kegiatan seruan penghentian penindasan yang terus disampaikan oleh praktisi Falun Gong. “Pesan saya kepada teman-teman Falun Gong lanjutkan gerakan ini, tetap semangat,” ujarnya.

Kegiatan acara digelar oleh praktisi Falun Gong dengan menggelar pawai bersamaan hari Car Free Day di Denpasar. Pada acara ini, praktisi Falun Gong membawa sejumlah spanduk yang menyerukan tuntutan penghentian penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Acara diakhiri dengan nyala lilin mengenang praktisi Falun Gong meninggal dunia akibat penindasan dan korban pengambilan organ tubuh di Tiongkok.

Falun Dafa (disebut juga Falun Gong) adalah sebuah latihan kultivasi peringkat yang mana sebuah metode di mana “berasimilasi dengan karakter tertinggi alam semesta – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) – sebagai fundamental, dengan karakter tertinggi alam semesta sebagai pembimbing, melakukan Xiulian sesuai prinsip evolusi alam semesta.” (asr)

dafa-dps-20Juli1dafa-dps-20Juli2dafa-dps-20Juli3dafa-dps-20Juli4dafa-dps-20Juli6

Serangkain kegiatan yang dilaksanakan oleh praktisi Falun Gong di Denpasar Bali Minggu 24 Juli 2016 (Foto-foto Wayan Diantha untuk Erabaru.net)
Serangkain kegiatan yang dilaksanakan oleh praktisi Falun Gong di Denpasar Bali Minggu 24 Juli 2016 (Foto-foto Wayan Diantha untuk Erabaru.net)

Share

Video Popular