Sumber dari Korea Selatan menyebutkan, sebagai pembalasan atas serangkaian insiden pembelotan yang akhir-akhir dihadapi oleh Korea Utara, Kim Jong-un memerintahkan untuk mengirim lebih dari 10 tim ke beberapa lokasi di Tiongkok. Tim itu bertugas menteror warga Korea Selatan yang tinggal di rantau dan para pembelot asal Korut.

Yonhap pada Selasa (26/7/2016) mengutip laporan dari sumber yang akrab dengan situasi dalam pemerintahan Kim Jong-un memberitakan bahwa semenjak insiden pembelotan bersama yang dilakukan para staf dan gadis pramusaji restoran Korut di Tiongkok, Kim Jong-un pribadi mengambil keputusan untuk membalas dendam.

Beberapa waktu lalu, AS memasukkan nama Kim Jong-un ke dalam daftar hitam yang akan menjalani sanksi, membuatnya naik pitam. Badan intelijen Korut dalam rangka untuk menunjukkan sikap kesetiaan mereka terhadap Kim, lalu coba mengusulkan beberapa serangan teror ke Selatan.

Kabarnya, lembaga yang dilibatkan dalam serangan teror itu termasuk biro intelijen Korut di luar negeri,  dinas spionase, Departemen Keamanan Korut dan biro budaya yang berada di bawah naungan fron kesatuan Korut.

Sumber tersebut juga mengatakan, Korut sudah mengirim belasan kelompok teroris ke Dandong dan Shenyang, Tiongkok. Kabarnya, kematian seorang pendeta etnis Korea di Jilin Changbai County pada April lalu itu adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang dikirim dari Departeman Keamanan Nasional Korut.

Selain itu, biro intelijen juga mengirim kelompok teroris ke Kamboja, Laos dan lainnya untuk merancang serangan terhadap warga Korea Selatan. Termasuk merencanakan penculikan terhadap pengusaha Korea Selatan melalui iming-iming proyek ekonomi.

Seorang sumber asal Tiongkok yang akrab dengan situasi di Korea Utara mengungkapkan, 4 orang pembelot Utara yang sudah memperoleh warga negara Selatan, diduga sedang disandera oleh petugas Departemen Keamanan Nasional Korut yang berada di perbatasan Korut – Tiongkok. Salah satu dari mereka itu muncul pada acara pertemuan wartawan di Pyongyang 15 Juli, sehingga kasus tersebut mendapat konfirmasi. Kabarnya, seorang yang lain masih berada dalam tahanan di Ryanggang-do, Korut.

Wilayah perbatasan di propinsi Liaoning, Jilin, Heilongjiang memiliki sejumlah lokasi yang merupakan tujuan populer bagi wisatawan Korea Selatan. Konsulat Jenderal Korea Selatan untuk Tiongkok dalam pertemuan dengan siswa lokal, ekspatriat dan organisasi keagamaan pada 27 Juli mengingatkan dan meminta agar mereka lebih menaruh perhatian khusus pada keselamatan pribadi bila berada di ketiga propinsi tersebut.

‘The Telegraph’ pernah mengungkapkan bahwa ada ribuan orang warga Korut setiap tahunnya membelot melalui perbatasan ketiga propinsi Tiongkok itu. Departemen Keamanan Nasional Korut sering harus mengirim agen-agen mereka masuk ke wilayah Tiongkok untuk mencari dan menangkap para pembelot itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular