Sunday, November 28, 2021
No menu items!
HomeHUKUM NASIONALEksekusi Mati Diprotes PBB, Jaksa Agung : Kejahatan Narkoba Adalah Musuh Dunia

Eksekusi Mati Diprotes PBB, Jaksa Agung : Kejahatan Narkoba Adalah Musuh Dunia

JAKARTA – Meksipun PBB memprotes eksekusi mati yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, Jaksa Agung Prasetyo menuturkan saat ini kejahatan narkoba sudah menjadi darurat Indonesia. Oleh karena itu, aparat hukum di Indonesia harus bersikap tegas untuk memberantas kejahatan narkoba.

“Walaupun respon PBB seperti itu (menentang hukuman mati) tapi saya ingin sampaikan bahwa kejahatan narkoba adalah musuh dunia,” kata Jaksa Agung, M.Prasetyo dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2016).

Prasetyo berharap PBB memahami kondisi di Indonesia dikarenakan aparat hukum di Indonesia sedang melaksanakan perang terhadap kejahatan narkoba. Kondisi darurat narkoba, ujar Prasetyo, merupakan kondisi yang tak bisa dibiarkan terus terjadi.

Tak hanya soal protes PBB terkait hukuman mati, Jaksa Agung mengaku juga tak mendengar adanya tekanan diplomatik dari pihak negara mana pun atas pelaksanaan eksekusi mati 4 terpidana mati. Namun demikian, Prasetyo tak membantah bahwa dirinya menerima imbauan dari sejumlah pihak untuk menghentikan eksekusi mati.

Menurut Prasetyo, penegak hukum di Indonesia harus menegakkan secara sungguh-sungguh aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Penegak hukum, lanjut Prasetyo juga harus menghormati kedaulatan hukum di dalam negeri yang merupakan sebagai pertaruhan bangsa Indonesia untuk menegakkan hukum secara independen.

Prasetyo mengakui dia mendapat imbauan dari negara-negara WN yang menjadi terpidana eksekusi mati termasuk dari Inggris dan Australia.  Meski demikian, Prasetyo menegaskan sebagai warga negara harus menghormati dan menghargai kedaulatan hukum di Indonesia. Hal demikian berlaku sebagaimana pemerintah Indonesia menghargai kedaulatan hukum di negara-negara dunia.

Komisaris Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan, Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini kian gencar menjalankan hukuman mati yang agak mengkhawatirkan. Zeid Raad meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan tindakan yang tidak adil dan tidak konsisten dengan HAM. Ia juga berharap kepada pemerintah Indonesia agar kembali menunda pelaksanaan hukuman mati.

Tak hanya dari PBB, sejumlah kelompok pembela HAM juga meminta pemerintah Indonesia untuk menghapus hukuman mati. Beberapa waktu lalu, 7 orang terpidana mati dari warga negara asing yang terlibat pengedaran narkoba telah dieksekusi. Kali ini sebanyak 4 orang sudah dieksekusi mati, sisanya sebanyak 10 orang batal dieksekusi dan akan dilaksanakan di kemudian hari. (asr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments