Wu Zuolai mengusulkan sebuah metode khusus yang memungkinkan sistem politik Tiongkok mencapai transisi yang mulus. Menurutnya secara hukum, Kongres Rakyat Nasional bisa atas namanya membubarkan partai komunis. Oleh karena itu, Xi dapat mempertimbangkan setelah menjabat satu atau dua kali lagi Sekretaris Jenderal, beralih menjabat sebagai ketua Kongres Rakyat Nasional, mengalihkan kekuatan militer ke Kongres Rakyat Nasional, yaitu membuat tentara dan negara menjadi “milik Kongres Rakyat Nasional.” Cara demikian adalah sah dan layak.

Akhir-akhir ini di media Hong Kong dan media asing tiba-tiba muncul gelombang diskusi arah politik Tiongkok pada masa akan datang dibawah kekuasaan Xi Jinping. Merujuk pada kemungkinan lebih dari 10 jenis perkiraan yang dilemparkan oleh media baru-baru ini pada masa kekuasaan Xi Jinping, “Voice of America” mengundang para ilmuwan untuk membahas topik ini.

Beberapa ilmuwan telah mengemukakan bahwa jika Xi berniat untuk terlibat dalam sistem presidensial, dapat menggunakan cara yang khusus secara legal menyingkirkan Partai Komunis, untuk mencapai transisi negara yang mulus.

Pada 9 Agustus tahun ini, AFP telah menerbitkan sebuah artikel dengan mengutip pandangan Christopher Johnson pakar masalah Tiongkok dari Pusat Studi dan Strategis Internasional AS, pakar politik di Universitas Bahasa Tionghoa Hong Kong dan banyak ilmuwan lain serta analis, mereka mengemukakan bahwa Kongres Nasional ke 19 sudah mendekat, tapi Xi tidak mengikuti kebiasaan PKT terlebih dahulu mengatur pengganti yang ditunjuk.

Ada tanda-tanda bahwa Xi Jinping berambisi membalik krisis yang menumpuk dari situasi politik Tiongkok secara tuntas, mungkin berusaha untuk memperpanjang masa jabatannya lebih dari 10 tahun. Dan jika Wang Qishan sekutu Xi dari Komite Tetap Politbiro bisa dipertahankan pada saat kongres ke 19, maka mandat perpanjangan Xi akan menetapkan preseden.

Terhadap laporan AFP ini, pada 30 Agustus “Voice of America” mewawancara Wu Zuolai ilmuwan Tiongkok yang tinggal di Amerika untuk membahas apakah Xi Jinping akan memperpanjang mandat dan bagaimana mendominasi isu reformasi politik Tiongkok.

Terhadap rumor dunia luar yang mengatakan bahwa Xi Jinping akan membentuk presidensial, Wu Zuolai mengatakan bahwa sistem presidensial dibagi menjadi dua jenis, sistem presidensial partai negara dan sistem presidensial semua rakyat.

Jika Xi berkeinginan melaksanakan sistem presidensial dalam Partai Komunis Tiongkok/PKT, itu akan berubah menjadi “baik sebagai kaisar maupun presiden”, itu akan menjadi “hal yang mengerikan.” Jika yang diinginkan Xi adalah menerapkan presidensial rakyat, itu berarti bahwa partai demokrasi lainnya dapat bergabung jadi satu melakukan “persaingan politik” dengan partai Komunis yang berkuasa, dan ini barulah “maju membuka jalan ke depan.”

Wu Zuolai juga mengusulkan metode khusus yang memungkinkan sistem politik Tiongkok mencapai transisi yang mulus. Menurutnya secara hukum, atas nama National People’s Congress (NPC) Partai Komunis Tiongkok dapat disingkirkan.

Oleh karena itu, Xi bisa mempertimbangkan setelah menjabat satu atau dua kali lagi Sekjend, ia beralih menjabat sebagai ketua Kongres Rakyat Nasional. Pada saat yang sama membawa kekuatan militer ke Kongres Rakyat Nasional, yakni membuat tentara dan negara “milik NPC,” metode demikian adalah sah dan memiliki kelayakan juga untuk membuat Xi Jinping terkenal selama berabad-abad. (lim/rmat)

Share

Video Popular