Sunday, November 28, 2021
No menu items!
HomeHUKUM NASIONALMenyimak Munir, Merawat Ingatan dengan Film yang Diputar 23 Daerah

Menyimak Munir, Merawat Ingatan dengan Film yang Diputar 23 Daerah

JAKARTA – Selama 12 tahun hingga saat ini kasus pembunuhan Munir masih terbengkalai. Sementara para pembuat film bergerak memilih subyek dan cerita, mencipta sebuah kenyataan yang hidup terproyeksi di dalam layar atau pada televisi adalah bagian dari misteri hidup itu sendiri.

“Dua belas tahun aktivis HAM Munir Said Thalib dibunuh, enam film dari enam sutradara membuat kita kembali yakin bahwa Munir tak pernah mati,” dalam siaran pers penyelenggara Omah Munir, Minggu, (4/9/2016).

Menyimak Munir adalah nonton bareng 6 Film besutan dari 6 sutradara: Riri Riza, Ratrikala Bhre, David O’shea & Lexy Rambadeta, Steve Pillar, Dandhy Dwi Laksono, serta Hariwi. Pemutaran dan diskusi dihelat di 23 daerah se-Indonesia: Jakarta, Batu, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Medan, Banda Aceh, Jayapura, Ambon, Makassar, Lombok, Bali, Jombang, Sampang, Purwokerto, Bogor, Lampung, Pekanbaru, Padang, Palembang, Manado dan Bangka.

Lewat film ini diharapkan bisa mengambil insprasi, menghimpun semangat, meringkus komitmen dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan perjuangan yang dirintis oleh pejuang HAM Munir. Sahabat Munir kembali Merawat Ingatan selama sepekan sejak tanggal 4-11 September 2016.

Hal ini dimaksudkan sebagai lawan tanding wacana dominan, menggusur proses pelupaan, dan merawat akal sehat. Mengingatkan tentang pembunuhan Munir belum membuka otak pembunuhan keji tersebut. Kejahatan ini bisa terjadi pada siapa saja. Pekan Merawat Ingatan merupakan wujud konkrit untuk membuat suara-suara Munir terus menggema.  Suara tentang keberanian. Suara tentang kebenaran. Suara untuk menuntut keadilan.

Saat ini, Komisi Informasi Pusat mesti berani membuka temuan Tim Pencari Fakta untuk kasus Munir yang dibentuk oleh Pemerintah SBY. Pemerintah Joko Widodo telah berjanji mengungkap otak pembunuhan Munir.

Dalam kesaksian Budi Santoso, mantan pejabat BIN, jelas ada upaya konspirasi menghabisi Munir. Muchdi Purwopranjono, Deputi Penggalangan BIN pernah menjadi terdakwa. Hendropriono, mantan kepala BIN juga diperiksa oleh kepolisian. Dari puluhan kali percakapan Pollycarpus dengan pejabat BIN, terdapat rencana pembunuhan Munir. Ketertutupan harus diakhiri dan konspirasi mesti diungkap pemerintah.

Acara mari bersama Melawan Lupa dilaksanakan 4-11 September 2016, para sahabat Munir  akan melakukan pemutaran film, diskusi publik,  membuat pameran karya grafis, siaran pers, serta melakukan aksi  tuntutan ke Presiden pada hari Kamis. Sedangkan di LBH Jakarta dan Kinosaurus akan menjadi tempat pemutaran dan diskusi selama sepekan. (asr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments