JAKARTA – Satelit MODIS dari NASA terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Satelit mendeteksi 189 hotspot pada Sabtu (3/9/2016) pagi. Hotspot di Kalimantan Utara mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.

Pantauan Satelit NASA pada Jumat (2/9/2016) terdapat 40 hotspot namun pada Sabtu (3/9/2016) terdapat 87 hotspot yaitu 54 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-70 persen) dan 33 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (lebih dari 70 persen).

Sebaran 129 hotspot dari satelit Modis sesuai laporan Lapan pada 3/9/2016 pagi dengan tingkat kepercayaan sedang (30 – 79%) adalah Bangka-Belitung      1, Gorontalo    2, Kalimantan Tengah    1, Kalimantan Timur     10, Kalimantan Utara    54, Nusa Tenggara Barat 2, Nusa Tenggara Timur  28,  Riau       2, Sulawesi Selatan     8, Sulawesi Tengah      8, Sulawesi Tenggara    11, Sulawesi Utara      1, dan Sumatera Selatan 1.

Sedangkan sebaran 60 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi adalah Bangka-Belitung   1, Kalimantan Timur     4, Kalimantan Utara     33, Maluku      1, Nusa Tenggara Barat  1, Nusa Tenggara Timur  10, Sulawesi Selatan    5, Sulawesi Tenggara    3, dan Sumatera Selatan 2.

meski hotspot di Kalimatan Utara meningkat, Kepala Pusat Data dan Informasi, BNPB Sutopo Putwo Nugroho mengatakan hingga saat ini Gubernur Kalimantan Utara belum menentapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan meskipun kebakaran hutan dan lahan mulai meningkat.

Meurut Sutopo, begitu pula halnya dengan Kalimantan Timur yang belum menetapkan siaga darurat. Hal ini menyebabkan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan belum dilakukan secara intensif dan dukungan dari operasi udara.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat telah memperpanjang masa siaga darurat hingga 30/11/2016. Lima provinsi lainnya yang sering terlanda kebakaran hutan dan lahan telah menetapkan Siaga Darurat Bencana yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Meski demikian Sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan pada September 2016 ini. Turunnya hujan diharapkan kebakaran hutan dan lahan tidak meluas. “Namun perlu diwaspadai ancaman banjir dan longsor,” pungkas Sutopo. (asr)

Share

Video Popular