JAKARTA – Badan POM bersama Bareskrim Mabes Polri, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan PD. Pasar Jaya melakukan sidak di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Rabu, (7/9/2016). Hasil sidak tersebut menyegel sebanyak 7 kios/toko obat karena terdapat obat kedaluwarsa, obat keras, dan obat tanpa penandaan/ilegal.

Aksi penggerebekan toko yang terdapat obat ilegal oleh Bareskrim Mabes Polri dan dan Badan POM, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan patut diapresiasi atas tindakan  yang dilakukan oleh bersama tim gabungan itu.

Namun dalam pantauan YLKI, aksi semacam ini belum mampu membuat para pelaku jera bahkan cenderung mengulang perbuatannya. Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mensinyalir pelaku terlibat obat kedaluwarsa dan palsu tak serta merta menghentikan usaha mereka.

Menurut Tulus, sikap yang diambil para pelaku dikarenakan hukuman terhadap prilaku perbuatan memperdagangkan obat palsu atau kedaluwarsa masih tergolong ringan atas vonis yang mereka terima. “Rata-rata vonis yang dijatuhkan hanya hukuman percobaan,” kata Tulus dalam rilisnya, Kamis (8/9/20160.

Menurut Tulus, Polri dan Badan POM hanya mampu membongkar dari sisi hilirnya saja, namun belum pada sisi hulu. Tak hanya itu, pelaku-pelaku utama dibalik obat palsu dan kedaluwarsa masih belum mampu dibongkar oleh petugas.

Bahkan, sikap para pemangkut kebijakan dalam penanganan obat seperti Badan POM juga masih reaksioner dalam melakukan pengawasan. Lebih jauh lagi, BPOMM bahkan dinilai belum mampu melakukan pengawasan intensif dipusat-pusat pelaku obat ilegal;

Oleh karena itu, YLKI berharap Polisi dan Badan POM juga harus aktif melakukan inspeksi dan melakukan penegakan hukum bukan hanya pada pasar konvensional saja, tetapi juga pasar online yang kini sangat marak. (asr)

 

Share

Video Popular