Proses wawancara dalam rangka mencari kerja adalah kompleks dan banyak variabelnya, tulisan ini mengusulkan 10 trik wawancara, agar dapat menonjolkan kepribadian sang pencari kerja di saat wawancara.

1. Selasa jam 10 : 30 adalah waktu terbaik wawancara

Menurut survei situs pencari kerja “glassdoor”, hari Selasa pukul 10 : 30 adalah waktu terbaik untuk diwawancarai. Pada saat itu produktivitas dan efisiensi kerja adalah paling tinggi. Selain itu, waktu wawancara harus dihindari sebelum dan setelah makan siang (atau terlalu mepet dengan jam makan siang), karena hal itu akan memengaruhi waktu dan emosi peserta wawancara.

2. Hasil wawancara di hari cerah lebih baik daripada hari hujan

Para peneliti di University of Toronto, Kanada menemukan bahwa hasil nilai wawancara dari pemohon di universitas kedokteran pada hari hujan dibandingkan dengan hari cerah adalah sekitar 1% lebih rendah. Penelitian ini juga menunjukkan, tanpa memandang usia perekrut hasilnya tetap konsisten. Para peneliti juga menggunakan metode penelitian yang sama di universitas kedokteran untuk ujian masuk, akhirnya menemukan gap skor yang disebabkan oleh perbedaan cuaca bahkan meningkat sampai 10%.

3. Datang lebih pagi ke lokasi wawancara, tapi jangan terlalu dini

Lebih pagi tiba di lokasi, akan bermanfaat bagi peserta wawancara, tetapi jika terlalu dini malah mungkin tidak menguntungkan. Penulis buku laris Tame Your Terrible Offi ce Tyrant, Lyn Taylor seorang ahli dalam bidang karier dari Amerika Serikat menyatakan, lebih awal tiba di lokasi wawancara lebih baik daripada terlambat, tetapi tidak dianjurkan jika itu adalah setengah jam lebih awal. Karena jika terlalu dini sampai di tempat wawancara tidak hanya mengungkapkan kecemasan Anda, tetapi juga menimbulkan tekanan kepada pewawancara. Taylor menyarankan, jika terlalu dini datang ke lokasi wawancara, Anda dapat menggunakan waktu tambahan ini untuk mengatur alur pikiran Anda, atau berjalan kaki singkat untuk meningkatkan semangat.

4. Hindari wawancara dengan pesaing pada hari yang sama

Jika Anda mengetahui jadwal wawancara pesaing Anda, maka cobalah untuk menghindari wawancara pada hari yang sama. Penelitian menunjukkan bahwa apakah seseorang jadi dipekerjakan tergantung pada kemampuan peserta pada waktu wawancara bersama dengan peserta lain.

Jurnal penelitian Psychological Science telah menganalisis, pewanwancara enggan mengambil keputusan terlalu banyak calon pada hari yang sama, karena hal itu cenderung menyebabkan penilaian bias pada calon dengan kapasitas/kemampuan sangat menonjol.

5. Keyakinan yang kuat

Asisten dosen Harvard Business School, Profesor Amy Cuddy merekomendasikan dua menit sebelum wawancara mengatur kembali keyakinan diri yang kuat sangat penting, bahkan dalam keadaan tanpa kepercayaan diri lakukanlah penampilan sikap percaya diri, itu masih dapat mengubah kepekatan testosterone dalam otak menjadi mencair, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan.

6. Tangan kanan senantiansa siaga

Taylor ahli karier terkenal itu mengimbuhkan, perilaku sambil menunggu wawancara adalah kesan pertama pewawancara terhadap Anda, karena itu, pastikanlah satu tangan harus selalu siaga, begitu pewawancara muncul segera ulurkan tangan untuk berjabat tangan, juga harus tetap senyum dikulum serta suasana hati ceria. Untuk menjamin agar tangan kanan dapat setiap saat berjabat tangan, ingat-ingat untuk menggunakan tangan kiri membawa tas kerja, file atau telepon genggam.

7. Selain air, jangan menerima minuman lain

Selain air, sebaiknya menolak tawaran minuman lain. Dalam buku Crazy Good Interviewing: How Acting A Little Crazy Can Get You The Job, disitu penulis menyarankan, pekerjaan seorang pewawancara cukup sibuk, mereka tidak akan menghabiskan 10 menit untuk menyeduh secangkir kopi untuk Anda. Jadi, ketika peserta wawancara ditanya apakah ingin teh atau kopi, langsung jawablah: “Tidak, terima kasih!”

8. Jangan sekali-kali memakai pakaian oranye

Sebuah survei dari situs CareerBuilder menunjukkan, pakaian hitam, biru, abu-abu atau coklat adalah warna pakaian di saat wawancara yang paling cocok, pastikan untuk menghindari memakai baju oranye menyala.

9. Perlihatkan telapak tangan terbuka menandakan ketulusan Anda

Tunjukkan telapak tangan Anda, itu menunjukkan ketulusan. Telapak tangan menghadap ke bawah mengandung makna berwibawa, perintah dan penolakan, itu sebabnya hindarilah telapak tangan menghadap ke bawah ketika berjabat tangan. Dengan lima jari terkatup dan telapak tangan dibengkokkan sedikit adalah wujud percaya diri; memasukkan tangan ke dalam saku, akan membuat orang berpikir Anda menyembunyikan sesuatu, dan sikap mengetuk jari menunjukkan ketidak-sabaran.

Selain itu, hindari kedua tangan memeluk dada (sendakep), karena hal itu akan membuat pihak lain merasa bahwa Anda berjaga-jaga dan eksklusif, sebaliknya apabila terlalu banyak gerakan tangan akan mengalihkan perhatian pewawancara.

10. Ajukan pertanyaan yang indah

Di akhir wawancara, ajukan pertanyaan yang indah dalam hal masalah yang cukup serius, agar mengesankan pewawancara. Vicky Oliver di bukunya 301 Smart Answers to Tough Interview Questions menyarankan beberapa pertanyaan cerdas: “Bolehkah bertanya apakah masalah yang saat ini dihadapi oleh perusahaan Anda?”, “Apakah solusi dari departemen Anda?” atau “Tipe karyawan seperti apakah di perusahaan Anda yang lebih mudah menjadi sukses?” dan “Dalam mencapai keberhasilan di perusahaan Anda, kharakteristik apakah yang paling diutamakan?” (Epochtimes/Hui/Yant)

Share

Video Popular