SINGKAWANG – Perjuangan para calon Independen atau perseorangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sangat berat. Sejumlah pasangan bakal calon perseorangan berguguran pada tahapan pendaftaran dan verifikasi.

Sejak awal tahun 2016, setidaknya belasan tokoh politik dan tokoh masyarakat menyatakan siap meramaikan pesta demokrasi di Kota SIngkawang melalui jalur Independen. Akhirnya, sebanyak empat pasang calon perseorangan mendaftarkan diri di KPU Kota Singkawang.

Namun hanya  dua pasangan calon yang lolos ke tahap verifikasi, setelah mengumpulkan lebih dari 16.407 fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).  Mereka adalah pasangan Andi Syarif – Nurmansyah  dan Moses Ahie – Amir Fatah.

Akan tetapi, setelah dilakukan verifikasi selama satu bulan, KPU memutuskan kedua pasangan  belum bisa ditetapkan untuk lolos untuk berkompetisi pada Pilkada Serentak awal 2017 mendatang. Walau demikian, KPU masih memberikan waktu pada kedua pasangan untuk melengkapi kekurangan KTP.

“Bakal Pasangan Calon Perseorangan yang belum memenuhi syarat dukungan minimal yang telah ditetapkan sebanyak 16.407 (enam belas ribu empat ratus tujuh) pendukung diberi kesempatan untuk melengkapi kekurangan syarat dukungan sesuai dengan ketentuan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 tentang Perubahan kedua atas peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015,” ujar Ketua KPU Singkawang, Ramdan, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9/2016).

Ramdan menambahkan, setelah dilakukan verifikasi dukungan, jumlah dukungan untuk pasangan Andi Syarif – Nurmansyah  menyusut menjadi 14.933 KTP. Sedangkan dukungan untuk pasangan Moses Ahie – Amir Fatah menjadi 9.334 KTP.

Polisi Pantau Potensi Kerawanan

Sementara itu, walau Pilkada baru memasuki tahapan verifikasi calon perseorangan aparat kepolisian sudah mulai meningkatkan kewaspadaan. Puluhan personil Satuan Sabhara selalu disiagakan untuk mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita akan mengamankan setiap rangkaian kegiatan pilkada kota singkawang demi suksesnya pelaksanaan kegiatan pilkada serentak di kota singkawang nantinya. Sekecil apapun kegiatan mengenai Pilkada akan kita moniotor sehingga kita tidak kecolongan,” ujar Kepala Bagian Operasi Polres SIngkawang, Kompol I Nyoman Sarjana, dalam keterangan tertulis Humas Polres Singkawang.

Sementara itu, walau tahapan pendaftaran pasangan calon partai politik belum dimulai, kondisi politik di Kota SIngkawang sudah mulai memanas. Sejumlah tokoh mengklaim sudah mengantongi dukungan kursi anggota DPRD.

Selain itu, isu kalender palu arit juga turut memanaskan suhu politik. Beredarnya kalender impor asal Tiongkok yang berisi lambang palu arit dikait-kaitkan dengan isu komunisme dan digunakan untuk menyerang sejumlah bakal calon. (Wayan Adi/asr)

Share

Video Popular