Tiongkok dan Jepang sepakat meningkatkan kerjasama  dalam mendukung diterapkannya sanksi baru kepada Korea Utara yang baru-baru ini kembali melakukan uji coba nuklir untuk yang kelima kalinya. Hal itu disepakati setelah Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yu kemarin berbicara dengan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui rilisnya menyatakan bahwa Wang Yu dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan Fumio Kishida Rabu (14/9/2016) kembali menegaskan sikap pemerintah Tiongkok yang menentang pemerintah Korut untuk melakukan uji coba nuklir.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok akan membuat reaksi penting atas perubahan situasi di Semenanjung Korea bersama-sama dengan negara anggota Dewan Keamanan PBB.

Tetapi ia mengatakan bahwa dalam kasus di mana semua pihak  berfokus pada sanksi yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB, pemerintah Tiongkok akan menentang sanksi sepihak yang tidak membantu memecahkan masalah. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam hal apa pun, pembicaraan damai wajib terus diprioritaskan. Dan situasi sekarang membuat dialog lebih mendesak untuk dilakukan kembali.

Kyodo News Jepang melaporkan, percakapan menlu Tiongkok – Jepang itu merupakan percakapan pertama sejak Korut melakukan uji coba nuklir pada 9 September lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama demi efektifitas dari sanksi baru kepada Korut yang disahkan DK PBB..

Fumio Kishida mengatakan, dalam pembicaraan telepon dengan Wang Yu itu, ia sempat mengutuk Korut atas uji coba nuklir terbaru mereka yang dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan Jepang, jelas membahayakan perdamaian kawasan. Ia menghimbau Tiongkok yang merupak salah satu negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dapat memainkan peran konstruktif dengan cara yang bertanggung jawab.

Wang Yu mengatakan, pemerintah Tiongkok bersedia meningkatkan kerjasama dengan pemerintah Jepang untuk mengefektifkan sanksi baru. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular