Ada banyak masa peralihan dalam hidup kita (mulai sekolah, pindah rumah, berganti pekerjaan) dan seberapa baik kita mengatasinya tergantung pada persepsi kita terhadap peristiwa tersebut serta dukungan yang kita terima.

Masa peralihan ke sekolah adalah waktu yang sangat bermakna, memasuki tahapan baru dalam kehidupan seorang anak. Apakah anak Anda merasa sedikit cemas ketika mendengar ia akan mulai bersekolah atau menyambutnya dengan penuh kegembiraan? Semua anak (dan orangtua!) akan mengambil manfaat dari sedikit perencanaan dan persiapan untuk memastikan masa peralihan ke sekolah akan berjalan semulus mungkin.

Ada bukti yang konsisten menunjukkan bahwa pengalaman pergi ke sekolah pada hari-hari pertama yang positif adalah penting bagi kesejahteraan sosial dan emosional serta prestasi akademik anak. Sebaliknya, anak yang mengalami pengalaman ke sekolah pada hari-hari awal yang tidak menyenangkan lebih cenderung terus mengalami kesulitan sepanjang masa sekolahnya.

Bagaimana orangtua bisa mendukung masa peralihan anak mereka di sekolah

Selama ini yang dianggap penting adalah “hari pertama” ke sekolah, sebenarnya masa peralihan mencakup beberapa minggu pertama pergi ke sekolah, di mana anak dan keluarganya menjadi semakin mantap dengan lingkungan sekolahnya dan menjadi akrab dengan rutinitas, aturan, dan hubungan baru tersebut.

Hari pertama bersekolah. Meninggalkan anak di sekolah untuk pertama kalinya dapat menjadi saat yang sangat emosional bagi anak dan orangtua. Sebagian besar guru akan mendorong orangtua untuk mengatakan selamat tinggal secepat mungkin kepada anak. Beberapa anak-anak,seperti anak saya, buru-buru memalingkan pandangan, meninggalkan orangtua (saya!) sehingga orangtua merasa ditinggal sendirian. Anak yang lain mungkin menjadi tertekan atau cemas pada saat akan berpisah dari orangtuanya.

Yakinkan anak bahwa ia akan memiliki waktu yang indah di sekolah dan bahwa orangtuanya akan berada di sana untuk menjemputnya setelah jam belajar berakhir dengan menunjukkan kepadanya di mana tempat kalian akan bertemu.

Semakin orangtua membangun hubungan antara rumah dan lingkungan sekolah, maka anak akan lebih cepat akrab dengan lingkungan sekolahnya yang baru dan orangtua akan semakin nyaman.

Orangtua dapat melakukan ini dengan bertanya kepada anaknya mengenai hari-harinya di sekolah, “Siapa yang duduk di samping kamu di kelas hari ini?” Atau “Apakah kamu mendengarkan cerita dari gurumu hari ini, cerita mengenai apa itu?” Orangtua dapat membantu guru untuk mempelajari lebih lanjut mengenai anaknya dengan membuat sebuah buku kecil yang berisi foto-foto yang dapat diperlihatkan kepada teman-temannya di kelas dan berbagi cerita mengenai keluarga atau kegiatan yang ia lakukan di luar sekolah. Orangtua dapat menulis “Aku mencintaimu” yang ditaruh di dalam tas kotak makan siang si anak.

Meminimalkan hal-hal yang baru. Memberitahu adalah penting untuk anak yang cenderung cemas ketika berpisah dengan orangtuanya. Mulai masuk sekolah saja sudah sangat melelahkan untuk anak seperti ini, sehingga sangat penting untuk tidak memperkenalkan terlalu banyak hal-hal baru sekaligus kepadanya. Anak akan nyaman bila sudah akrab dengan lingkungannya, maka hindari untuk menyuruh si anak mulai setiap kegiatan ekstrakurikuler baru selama tiga bulan pertama.

Mengenalkan anak . Sebagian besar sekolah telah mengadopsi sistem keakraban, di mana anak-anak yang lebih besar bermitra dengan anak-anak yang baru di taman kanak-kanak. Berteman adalah penting; memiliki teman atau mengetahui bagaimana cara berteman adalah sangat penting untuk keberhasilan masa peralihan. Orangtua dapat membina hubungan ini dengan mengundang anak-anak tersebut untuk bermain setelah jam belajar berakhir atau pada akhir pekan bersama anaknya.

Orangtua juga perlu mengenalkan diri. Mulai sekolah adalah pengalaman bersama antara anak, guru kelas, orangtua, dan komunitas sekolah yang lebih luas. Orangtua baru dapat merasa asing dan tidak nyaman terhadap lingkungan sekolah, terutama jika orangtua mempunyai kenangan yang buruk.

Orangtua sebaiknya mulai berkenalan dengan orangtua yang lain pada hari pertama anaknya bersekolah. Sekolah seringkali mengadakan acara minum teh di pagi hari. Jika tidak ada acara tersebut, maka bergabunglah dengan beberapa orangtua pergi ke kedai kopi setempat. Acara ini sangat baik untuk meredakan emosi orangtua di mana anak dapat menangkap emosi orangtuanya bila orangtua menangis saat berpisah dengan anaknya.

Berikan waktu kepada anak untuk merasa nyaman. Anak sering menunjukkan tanda stres atau cemas selama beberapa minggu pertama bersekolah. Jika anak menjadi lebih akrab dengan lingkungan sekolah dan kelas, maka hubungan anak dengan teman-teman dan gurunya akan meningkatkan. Namun, jika anak terus-menerus menunjukkan tanda stres atau cemas, maka orangtua harus membuat janji bertemu dengan guru si anak untuk membicarakan hal ini.

Bagaimana saya tahu bahwa anak saya merasa cemas?

Tanda stres atau cemas yang sering terjadi pada anak:

  • Rasa takut yang meningkat terhadap situasi baru atau ditinggal sendirian;
  • Gejala atau keluhan fisik, seperti nyeri perut dan nyeri kepala;
  • Sulit tidur atau mimpi buruk;
  • Gejala regresif, contoh: anak yang sudah tidak mengompol di malam hari akan mulai mengompol lagi;
  • Tidak mau bergaul dengan teman-temannya;
  • Perubahan perilaku, perubahan suasana hati, lekas marah, atau agresi meningkat.

Anak mungkin mengeluh penyakit fisik seperti mual atau nyeri perut di pagi sebelum pergi ke sekolah, ini hanyalah supaya ia diizinkan untuk tetap tinggal di rumah. Anak sering menolak untuk pergi bersekolah selama masa peralihan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk takut yang tidak diketahui penyebabnya, kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, takut berpisah dengan orangtuanya, atau takut bila ia melakukan tugas dengan hasil yang kurang baik.

Orangtua harus tetap membawa anaknya bersekolah, karena ketika anak diizinkan untuk tetap tinggal di rumah, sebenarnya meningkatkan kecemasan anak, bukannya menyelesaikan masalah.(Epochtimes/Cathrine Neilsen-Hewett/Vivi/Yant)

Cathrine Neilsen-Hewett adalah dosen senior dan direktur studi akademis di tahun awal Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Wollongong, Australia.

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular