JAKARTA – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi meminta kepada wajib  pajak yang mengikuti program tax amnesty tak khawatir atas kabar perbankan Singapura melaporkan ke polisi saat klien mereka melakukan repatriasi untuk mengikuti program pengampunan pajak di Indonesia.

Atas kabar ini, Dirjen Pajak akan mengirim tim intelijen ke Singapura untuk memastikan kebenaran ini. Bahkan informasi sementara saat ini, kata Dirjen Pajak, ada sejumlah pihak wajib pajak yang bekerjasama dengan bank Singapura seolah-olah mereka bermasalah saat mengikuti pengampunan pajak.

Meski demikian, Ken tak mengatakan kabar penjegalan uang WNI adalah benar dan tidak benar. Akan tetapi, Ken menuturkan hingga saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan intelijen bahwa telah terjadi konspirasi antara wajib pajak dengan perbankan.

“Saya lagi melakukan penyelidikan intelijen bahwa ada konspirasi antara wajib pajak sendiri dengan perbankan,” kata Ken kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/9/2016)‎.

Ken Dwijugiasteadi menuturkan pihaknya tak akan mempertanyakan asal muasal uang-uang yang dimiliki oleh para wajib pajak. Tak hanya itu, Ken mengatakan pihaknya juga tak akan mempermasalahkan sumber dana dari wajib pajak dan mengenal data-data yang disebut oleh otoritas perbankan Singapura.

Data Dirjen Pajak, hingga 15 September 2016 menunjukkan bahwa mayoritas dana repatriasi dan harta yang diungkapkan berasal dari Singapura dengan jumlah repatriasi mencapai Rp 14,09 triliun atau 76,14% dari total repatriasi dan harta bersih yang diungkapkan mencapai Rp103,16 triliun atau 74,51% dari total harta deklarasi luar negeri.

Fakta ini menunjukkan bahwa banyak Wajib Pajak dengan harta di Singapura tidak memiliki kendala atau kekhawatiran dalam mengikuti program Amnesti Pajak.Untuk itu, Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh Wajib Pajak untuk menggunakan haknya dalam rangka memperbaiki laporan pajak dengan program Tax Amnesty. (asr)

Share

Video Popular