JAKARTA – Kerusahan yang terjadi saat laga polo air di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat menjadi pembicaraan hangat para pengguna media sosial. Ribuan netizen gaduh hingga tagar PON Jabar kacau menjadi trending topik pengguna akun media sosial di linimasa Twitter.

Kerusuhan di laga polo air merupakan kejadian yang terkini, sebelumnya sejumlah kontingen dari daerah mengancam walkout dari sejumlah cabang olahraga karena mencurigai terjadi kecurangan. Seperti kontingen DKI Jakarta dari cabor Karate dan kontingen Jawa Timur dari cabor Judo, bahkan terjadi kericuhan saat cabor sepak bola di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian teranyar adalah laga Polo Air di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Senin (19/9/2016) dengan video yang menjadi viral di media sosial. Video yang beredar sejumlah pemain polo air terlibat baku hantam antar kedua tim. Pada saat itu digelar laga semifinal antara Jawa Barat kontra kontingen Sumatera Selatan.

Saat terjadi baku hantam antara pemain di air, sejumlah penonton berteriak histeris dan sejumlah official turut menenangkan para pemain yang sedang terlibat adu jotos dari pinggir kolam. Namun tak hanya pemain, para penonton pun terjadi saling pukul dan suasana di tribun penonton pun ricuh. Tak terelakan prajurit TNI yang ada di tribun penonton juga menjadi bagian aksi saling baku hantam.

Versi komandan Kontingen Jawa Barat, Mayjen TNI Hadi Prasojo pada situs resmi PON Jawa Barat mengklarfikasi bahwa video yang beredar luas di masyarakat tak menggambarkan secara utuh. Hadi menilai jika dilihat secara keseluruhan ada aparat yang dilempari botol air minuman, saat pemain Jabar dan Sumsel terjadi insiden di kolam air.

Menurut Hadi, saat itu aparat dilempari botol minuman yang disebut dari tribun penonton asal kontingen DKI Jakarta. Hingga kemudian petugas pengamanan mengingatkan untuk tak melempari petugas. Namun demikian tak digubris, hingga akhirnya petugas keamanan terpancing.

Sedangkan keterangan dari Pelatih Kepala polo air DKI Jakarta, Calvin Legawa kepada JPNN justru menyebut kontingen DKI Jakarta saat itu sempat melarang agar tak terjadi pelemparan botol minuman. Bahkan sebaliknya oknum TNI melempari dengan botol minuman, hingga terjadi adu mulut dengan kontingen DKI dan selanjutnya dipukuli oknum TNI.

Menurut Calvin, kericuhan bermula saat pantia memutuskan untuk menghentikan sementara pertandingan saat terjadi baku hantam di kolam air. Meski sudah dihentikan, penonton yang di tribun atas tak tenang hingga melempari botol minuman ke bawah yang ditujukan kepada panitia namun mengenai kontingen DKI yang sedang menonton. (asr)

Share

Video Popular