Jika dikatakan bahwa bahan bangunan di abad ke-19 didominasi oleh baja, maka di abad ke-20 bangunan didominasi oleh beton, lalu pada abad ke-21 saat kita hidup sekarang ini apakah akan kembali menggunakan kayu lagi?

Salah satu dari dua karya ikonik pada Festival Desain London tahun ini adalah “The Smile”, yakni bangunan yang mencuat pada kedua ujungnya hasil rancangan arsitek wanita bernama Alison Brooks, yang disoroti adalah bahan yang digunakan.

“The Smile” menampilkan potensi papan laminasi silang yang terbuat dari jenis kayu tulip (Tulipwood) Amerika pada struktur dan ruang, serta dapat diproses hingga mencapai tingkat kekuatan yang sulit dipercaya, bahkan lebih kokoh daripada beton.

“Bahan ini akan membuka peluang untuk sebuah dunia yang sama sekali baru, yang menampilkan kemungkinan mendirikan bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu,” kata Brooks.

Bangunan itu memiliki panjang 34 meter, dan dideskripsikan sebagai “proyek bangunan perdana dunia yang menggunakan bahan bangunan CLT (Cross Laminated Timber) kayu keras ukuran besar”. Dengan menggantikan bahan baja dan beton, bangunan ini hanya menggunakan 12 lembar papan CLT. Bangunan ini telah melampaui ambang batas CLT biasa.

Umumnya CLT terbuat dari kayu lunak jenis pohon cemara, akan tetapi Brooks menggunakan kayu tulip untuk melakukan laminasi silang untuk mendapatkan kehalusan yang lebih indah dan juga lebih kuat. Brooks membuat CLT ukuran papan 4,5 x 20 meter dari kayu tulip, dan menunjukkan CLT yang terbuat dari kayu keras bisa memberikan kekuatan yang lebih besar.

CLT dari kayu tulip sangat ringan namun kokoh sehingga mampu membuat “The Smile” melenting di udara. Ukuran papan bisa menandingi komponen struktur beton yang bisa dibuat secara pracetak.

Pengunjung diajak masuk ke dalam struktur berbentuk kurva tertawa ini, di bagian tengah ada pintu masuk, yang bisa mencapai balkon pada kedua ujungnya yang mencuat. Brooks mengatakan, struktur berbentuk kurva mengisyaratkan bahwa struktur ini bisa bergoyang, sehingga menarik perhatian orang untuk mencobanya, dan merasakan bagaimana rasanya berjalan di lantai berbentuk kurva.

Bentuk kurva. (alisonbooksarchitects.com)
Bentuk kurva. (alisonbooksarchitects.com)
Bangunan baru yang lebih kokoh daripada beton. (alisonbooksarchitects.com)
Bangunan baru yang lebih kokoh daripada beton. (alisonbooksarchitects.com)

Insinyur dari perusahaan bangunan Arup bernama Andrew Lawrence mengatakan hingga saat ini “The Smile” adalah struktur CLT paling rumit yang pernah dibangun hingga saat ini. Hanya memiliki dua batang penopang kantilever sepanjang 15 meter, di pintu masuk pun ditempatkan pada posisi pusat dimana daya tekannya paling tinggi.

Jika Anda mengubah bangunan ini menjadi struktur vertikal, dan jika pada satu sisi ditempatkan berat sebanyak 60 orang pengunjung, maka inti konstruksi harus setara dengan menstabilkan sebuah bangunan berlantai lima. Tidak ada seorang pun membuat inti konstruksi seperti ini dengan kayu.

Selama puluhan bahkan ratusan tahun tulangan baja dan beton adalah bahan konstruksi yang digunakan pada bangunan, dan penggunaan bahan kayu sangat terbatas, karena tidak bisa membuat bahan yang cukup besar untuk digunakan pada inti (core) konstruksi. Perkembangan masa depan CLT bakal mengatasi permasalahan ini.

Penggunaan bahan kayu ini sangat menarik para insinyur dan arsitek. CLT cocok untuk di-prafabrikasi, bisa dipotong di pabrik secara presisi, mudah ditransportasikan, dan sangat mudah dirakit di lokasi proyek.

CLT atau Cross Laminated Timber adalah sejenis bahan konstruksi, bisa digunakan untuk membuat dinding dan lantai sebuah bangunan. Ini adalah suatu struktur berlapis yang terbentuk dari serat kayu yang bersilangan membentuk sudut tegak lurus dan di-lem (laminated), serta dijamin kekuatan papan pada arah vertikal maupun horisontal adalah setara. Di masa mendatang, CLT bisa dijadikan sebagai bahan bangunan yang berkelanjutan.

“The Smile” berlokasi di lapangan kampus Chelsea College of Art yang terletak di barat daya kota London, Inggris, dan akan dipamerkan di sana hingga 12 Oktober 2016 mendatang. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular