MATARAM – Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur,  Nusa Tenggara Barat kembali meletus pada Selasa (27/9/2016) pukul 14.45 WITA.  Aktivitas gunung ini melontarkan abu vulkanik hingga setinggi 2.000 meter dari puncak Gunung Barujari.

Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana, Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka mulai Selasa (27/9/2016) pukul 15:00 WITA tingkat aktivitas Gunung Rinjani dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Hingga kini pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Rinjani. PVMBG melaporkan, masih terdapat potensi erupsi lanjutan yang diindikasikan dengan terekamnya gempa tremor Hembusan dengan amplituda maksimum 2 – 5  mm dengan lama gempa 15 – 110 detik.

Menurut PVMBG, sejarah aktivitas erupsi Gunung Rinjani dicirikan oleh erupsi-erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat kegiatan di Gunung Barujari yang terletak di dalam Kaldera Gunung Rinjani. Sementara sejarah aktivitasnya, erupsi Gunung Rinjani mengindikasikan potensi ancaman bahaya berupa jatuhan piroklastik, hujan abu dan aliran lava.

Sedangkan daerah yang berpotensi terancam jatuhan piroklastik dan abu terletak di dalam kaldera, jatuhan abu juga dapat tersebar di sekeliling Gunung Rinjani tergantung pada arah angin. Adapun ancaman bahaya secara tidak langsung berada di daerah utara G. Rinjani terutama di daerah aliran sungai Kokok Putih yang berhulu di area bukaan kawah. Erupsi di dalam kaldera dapat menyebabkan peningkatan muka air Danau Segara Anak yang selanjutnya berpotensi menyebabkan banjir bandang di Sungai (Kokok) Putih.

Atas kondisi terkini, masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas/berkemah di dalam Kaldera Gunung Rinjani dan di dalam radius 3 km dari kawah Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera Gunung Rinjani.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.  “Agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi mata,” demikian rekomendasi PVMBG kepada masyarakat.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Putwo Nugroho mengatkan abu letusan anak gunung Barujari condong ke arah Barat Daya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada. Diperkirakan abu vulkanik akan mencapai Kota Mataram dan berpotensi berpengaruh pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok.

Menurut Sutopo, BNPB  telah memerintahkan BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, BPBD Kabupaten Lombok Timur,  dan BPBD Kabupaten Lombok Utara untuk mengantisipasi kondisi terburuk termasuk membagikan masker kepada masyarakat.

“Stok masker di BPBD Provinsi NTB masih 55.000 lembar dan di Dinas Kesehatan ada 250.000 lembar masker,” kata Sutopo dalam pesan singkat diterima Erabaru.net. (asr)

 

Share

Video Popular