Provinsi Liaoning di Tiongkok, beberapa hari lalu terungkap kasus penyuapan pemilihan dalam skala besar. Puluhan anggota Komisi Tetap Kongres Rakyat Propinsi Liaoning yang terpilih dengan cara suap mendapatkan suara, beberapa waktu lalu dinyatakan diskualifikasi.

Pihak pemerintah menyebutkan, skala dan tingkatan kasus suap pemilihan tersebut memecahkan rekor tertinggi sejak Partai Komunis Tiongkok/PKT memerintah pada 1949 silam. Komentar berpendapat, suap dalam pemilihan sangat umum terjadi di kalangan birokrat PKT, Beijing memilih Liaoning sebagai fokus utama, karena ada makna mendalam di baliknya.

Pada 27 Januari 2013, dalam Kongres Dewan Rakyat ke-12 propinsi Liaoning, sebanyak 619 orang anggota Kongres Rakyat Propinsi memilih 102 orang anggota Kongres Rakyat Nasional yang mewakili propinsi Liaoning.

Pada Selasa (13/9/2016) lalu, Beijing mengumumkan bahwa setelah dilakukan penyelidikan terhadap 102 orang anggota Kongres Rakyat Nasional tersebut, 45 orang di antaranya terpilih dengan suap dan telah di-diskualifikasi. 38 orang lainnya dicopot dari jabatan Komisi Tetap Kongres Rakyat propinsi Liaoning, menyebabkan Komisi Tetap Kongres Rakyat propinsi tersebut yang seharusnya berjumlah 62 orang hanya tersisa setengah, dan segera dinon-aktifkan.

Selain itu, dari 619 orang perwakilan Kongres Rakyat Propinsi yang memberikan suaranya, sebanyak 523 orang terlibat kasus suap ini dan telah dilengserkan atau dipecat.

Media RRT mengungkapkan, selain kasus suap Kongres Rakyat, pada pemilihan pejabat administratif partai juga mengeluarkan uang untuk membeli suara, bahkan telah terbentuk sistem kotak hitam yang sempurna. Kalangan luar berpendapat, ini menunjukkan bahwa penyuapan dalam pemilihan di propinsi tersebut sudah terbentuk cukup lama.

Propinsi Liaoning selama ini dikenal sebagai basis bagi kekuatan kubu Jiang Zemin. Perwira militer Xu Caihou, politisi Zhou Yongkang, Bo Xilai, Li Changchun, semua pernah menjabat di Liaoning.

Para pejabat dari kubu Jiang memiliki dua ciri utama, yang pertama adalah masalah ekonomi yang serius, ini adalah akibat dari kebijakan Jiang Zemin untuk “menghimpun kekuatan lewat korupsi masal”, dan yang kedua adalah penindasan terhadap Falun Gong. Kedua ciri utama ini terlihat sangat menonjol di Liaoning. Kasus penyuapan pemilihan ini sebenarnya sudah sangat umum terjadi di kalangan birokrat di tubuh PKT, mengapa pemerintah menitik beratkan penyelidikan ini pada kasus suap di Liaoning?

Mengapa Liaoning dipilih sebagai fokus utama, dan ditujukan terhadap mantan Sekretaris Propinsi Liaoning yang bernama Wang Min?

Media ofisial RRT menyebutkan, Wang Min harus bertanggung jawab atas kasus penyuapan pemilihan propinsi Liaoning. Media asing mendapati, selain korupsi, sama halnya dengan para pejabat dari kubu Liaoning Wang Min adalah seorang penyerang utama dalam aksi penganiayaan terhadap Falun Gong. Menurut data statistik yang tidak lengkap, selama Wang Min menguasai tiga propinsi yakni Liaoning, Jilin, dan Jiangsu, setidaknya sebanyak 166 orang praktisi Falun Gong telah dianiaya hingga meninggal dunia.

4 Maret 2016 setelah Wang Min dilengserkan, media RRT menyebutkan dirinya tetap tidak berubah setelah Rapat Kongres ke-18 PKT, dan menentang pemerintah pusat.

Banyak alur menyatakan bahwa Wang Min menentang pemerintah pusat untuk menghalangi upaya Xi Jinping menghapus sistem kemp kerja paksa. Liaoning adalah salah satu propinsi yang paling serius menganiaya praktisi Falun Gong, dan kemp kerja paksa adalah salah satu metode utamanya. Menjabat untuk kurun waktu sangat panjang di Liaoning, Wang Min jelas terkait erat dengan kasus penindasan HAM di Liaoning, perlawanan Wang Min bertujuan untuk menutupi kejahatan yang telah mereka lakukan.

Hasil investigasi ormas HAM internasional mendapati, Liaoning juga merupakan salah satu kota yang paling awal melakukan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup. Wang Min yang terus menentang kebijakan Beijing, dimutasikan ke pusat Juli 2015 lalu untuk menduduki jabatan tidak penting. Akan tetapi jaringan antek-anteknya di daerah masih eksis.

Kali ini setelah Kongres Rakyat Liaoning sudah hampir bersih, media asing berpendapat, selanjutnya kekuatan kubu Liaoning akan terus dibersihkan. Menurut informasi keponakan Jiang Zemin bernama Xia Deren yang menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi Politik Liaoning telah masuk di dalam daftar nama pejabat yang akan segera diperiksa. (wid/rmat)

Share

Video Popular