Ekstrak biji kopi hijau sering hanya dianggap sebagai sumber kafein saja, namun ternyata berkhasiat menurunkan berat badan dengan cepat karena mengandung asam klorogenat (chlorogenic acids -CGAs), yaitu suatu antioksidan polifenol yang kuat. Asam klorogenat meningkatkan laju metabolisme, merangsang pemecahan lemak, dan meningkatkan pembakaran lemak melalui interaksi dengan gen yang terdapat pada inti dan pabrik energi (mitokondria) dari sel-sel Anda.

Asam klorogenat juga mengurangi penyerapan glukosa di usus kecil dan pelepasan glukosa dari hati, sehingga melepaskan hormon usus yang memberi rasa kenyang, menekan rasa lapar dan mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2.

Sayangnya, ekstrak biji kopi hijau mempunyai reputasi buruk ketika salah satu penelitian yang didanai produsen menunjukkan penurunan berat badan yang luar biasa ( 8 kg dalam waktu 22 minggu) sehingga ditarik dari peredaran menyusul tuduhan pemalsuan data. Sebagian besar penelitian menyelidiki efek kopi terhadap metabolisme dan sedikit menurunkan berat badan, tetapi menunjukkan hasil yang menjanjikan.

CGAs dan berat badan

Tiga puluh relawan dengan kelebihan berat badan minum kopi instan yang diperkaya dengan asam klorogenat selama 12 minggu, mengalami penurunan berat badan secara nyata dibandingkan dengan peminum kopi instan biasa. Penurunan berat badan rata-rata pada peminum kopi yang diperkaya dengan asam klorogenat adalah 5,4 kg dibandingkan dengan peminum kopi biasa sebesar 1,7 kg. Efek ini sebagian besar disebabkan oleh asam klorogenat yang mengurangi penyerapan glukosa sebanyak 6,9%.

Penelitian lain, yang melibatkan 33 relawan, menunjukkan bahwa minum kopi arabika yang diperkaya dengan ekstrak biji kopi hijau, yang baru diseduh (250 ml, tiga kali sehari) selama 4 minggu, memberi efek yang menguntungkan yaitu berkurangnya berat badan sebanyak 0,62 kg, dan berkurangnya lemak 0,68 kg, meskipun tidak ada perubahan pola makan atau gaya hidup. Efek ini disebabkan oleh meningkatnya laju metabolisme yang berhubungan dengan kafein dan asam klorogenat, dan menekan nafsu makan yang secara nyata mengurangi asupan energi.

Kafein dan tingkat metabolisme

Kafein yang terkandung dalam biji kopi hijau mendukung efek asam klorogenat, karena asam klorogenat merangsang metabolisme untuk meningkatkan pemecahan lemak, sebagian dengan cara meningkatkan kadar adrenalin yang sedang beredar di dalam pembuluh darah yang memobilisasi asam lemak bebas dari tempat penyimpanan lemak.

Dalam satu penelitian, dosis tunggal 100 mg kafein meningkatkan laju metabolisme pada waktu istirahat baik pada relawan yang ramping maupun yang gemuk yaitu sebesar 3% sampai 4% lebih dari 150 menit, serta meningkatkan jumlah panas yang relawan hasilkan (thermogenesis yang dipicu oleh makanan). Pemberian ulang dosis kafein 100 mg setiap 2 jam selama 12 jam akan meningkatkan pengeluaran energi relawan yaitu antara 8% sampai 11% selama periode tersebut. Hasil keseluruhan adalah bahwa relawan yang ramping membakar 150 kkal energi lebih banyak, sedangkan relawan yang gemuk membakar 79 kkal energi lebih banyak.

Dalam penelitian lain, 12 orang pria yang sehat minum 150 ml kopi yang tidak mengandung kafein (mengandung asam klorogenat), dengan atau tanpa 200 mg tambahan kafein. Laju metabolisme pada waktu istirahat, suhu tubuh yang diukur dari kulit maupun suhu inti tubuh dipantau selama 3 jam setelah minum kopi. Kafein yang ditelan memberi efek langsung dan nyata dalam meningkatkan laju metabolisme peminum kopi dengan rata-rata 7% yang bertahan selama periode pengujian 3 jam. Suhu inti tubuh dan suhu kulit meningkat pada peminum kopi tanpa kafein maupun yang mengandung kafein, tetapi suhu inti tubuh dan suhu kulit lebih meningkat pada peminum kopi yang mengandung kafein.

Tersedia ekstrak biji kopi yang tidak mengandung kafein jika Anda lebih memilih untuk menghindari efek kafein yang merangsang (misalnya jika kafein membuat anda terjaga di malam hari).

Kafein dan nafsu makan

Kafein juga menekan rasa lapar — terutama pada pria. Sebuah penelitian yang melibatkan 10 pria dan 10 wanita meneliti efek minum dosis 300 mg kafein setengah jam sebelum mereka ditawarkan makan sepuasnya. Pada pria, asupan kafein mengurangi jumlah makanan yang dimakan sekitar 21,7% dibandingkan dengan plasebo (816 kkal dibandingkan dengan 1043 kkal), tetapi pada wanita efek ini tidak bermakna secara statistik (603 kkal dibandingkan dengan 625 kkal).

Kopi hijau

Meskipun penelitian ini melibatkan sejumlah kecil orang, ia menunjukkan bahwa dengan minum ekstrak biji kopi hijau dan latihan fisik yang teratur akan menurunkan berat badan.

Meta-analisis terhadap data-data yang dikumpulkan untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik dari efek keseluruhan, menemukan bahwa minum ekstrak biji kopi hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan yang lebih banyak dibandingkan dengan plasebo (tambahan 2,47 kg). Dalam sebuah penelitian yang berlangsung selama 4 minggu, minum 180 mg ekstrak biji kopi hijau menurunkan berat badan 1,35 kg dibandingkan dengan 0.27 kg pada plasebo. Dalam dua kali percobaan selama dua belas minggu yang menggunakan dosis harian 200 mg ekstrak biji kopi hijau, penurunan berat badan rata-rata adalah 5,4 kg (dibandingkan 1,7 kg pada plasebo) dan 4,97 kg (dibandingkan 2,45 kg pada plasebo).

Penting untuk membeli merek ekstrak biji kopi hijau dengan kualitas baik yang dibuat dengan standar farmasi untuk memastikan produk diperiksa pada setiap tahap pengolahan untuk kemurnian, dan memberikan dosis yang konsisten. Penting untuk diketahui bahwa beberapa merek kopi hijau yang tidak terdaftar ditemukan pada sibutramin, yang merupakan obat yang harus dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Keamanan

Ekstrak biji kopi hijau mengandung kafein, yang dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Namun, asam klorogenat memiliki efek sebaliknya, yaitu meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Akibatnya, minum ekstrak biji kopi hijau dikaitkan dengan penurunan tekanan darah yang bermakna pada penderita hipertensi ringan. Kopi itu sendiri juga tampaknya memberi efek yang menguntungkan terhadap penyakit jantung dan peredaran darah.

Meskipun tidak ada uji coba yang melaporkan adanya efek samping yang serius, ada satu orang mengundurkan diri sebagai relawan penelitian karena nyeri kepala (mungkin terkait dengan kafein) sementara relawan lainnya yang keluar dari penelitian karena menderita infeksi saluran kemih (mungkin tidak berhubungan dengan ekstrak biji kopi hijau).

Jika Anda sedang mengonsumsi obat yang diresepkan, adalah bijaksana untuk bertanya kepada dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.(epoctimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular