Kadang-kadang kita sulit membedakan hubungan antara obesitas dengan malas olahraga. Dengan kata lain, apakah obesitas sebagai penyebab tidak suka olahraga, atau kurangnya olahraga yang menyebabkan obesitas ? Mana yang menjadi sebab dan apa pula sebagai konsekuensinya ?

Sebuah studi baru menyebutkan, bahwa obesitas menyebabkan seseorang menjadi malas (dalam arti sekedar menggerakkan badan/olahraga), sebabnya mungkin obesitas telah mengubah fungsi otak.

Menurut laporan Medical News Today, Minggu (1/1/2017) lalu, kita tahu bahwa olahraga rutin dapat mencegah atau mengurangi efek buruk dari penyakit terkait obesitas. Kurangnya olahraga mungkin dapat menyebabkan seseorang rentan terserang diabetes tipe 2, hipertensi dan kolesterol tinggi atau penyakit lainnya. Namun, mengapa banyak orang gemuk yang jelas-jelas tahu bahwa olahraga itu bermanfaat baginya, tetapi tidak mau secara teguh berolahraga?

Sekarang, studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism oleh para ilmuwan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) memberikan penjelasan yang rasional.

Studi tersebut menyebutkan, bahwa makan dan minum yang menyebabkan obesitas dapat mengubah fungsi otak, sehingga menghambat kemampuan alami tubuh seseorang yang memiliki kesukaan akan olaharaga, akibatnya orang-orang gemuk menunjukkan kemalasannya untuk berolahraga.

Menurut penelitian tersebut, bahwa dalam uji coba terhadap tikus, mereka mendapati kegemukan telah merusak fungsi normal dari dopamin. Dopamin adalah sejenis zat kimia penghantar saraf dalam otak yang memengaruhi suasana hati, nafsu makan dan kontrol gerakan. Oleh karena itu, tikus gemuk semakin tidak suka olahraga (malas bergerak).

Dalam uji coba tersebut, dimana setelah peneliti membuat gemuk tikus itu dengan makanan tinggi lemak, mereka menemukan aktivitas reseptor dopamine dari striatum (pusat area otak yang terkait dengan penghargaan dan motivasi) tikus itu menurun, karena itu, waktu diamnya tikus (tidak bergerak) jauh lebih lama daripada tikus kurus. Menurunnya aktivitas menandakan zat dopamine (2) yang dihasilkan dalam otak berkurang.

“Mungkinan juga ada faktor lain, tapi kurangnya senyawa dopamine (2) dapat diartikan sebagai faktor atau penyebab hewan tidak suka olahraga, kata Dr. Danielle Friend, pemimpin penelitian.

Hasil penelitian terkait menyebutkan, bahwa tidak berolahraga bukan faktor mutlak dari obesitas. Sebaliknya, tidak suka olahraga tampaknya merupakan konsekuensi-nya orang menajdi gemuk, sehingga menciptakan lingkaran setan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular