A. Batang pohon bunga disetek/ditanam tanpa tanah ke dalam pembungkus kertas lembut (tisu)

Sebuah trik cara setek/tanam yang sederhana dan mudah diterapkan, tidak perlu tanah, tidak perlu air, cukup siapkan beberapa helai kertas tisu. Selengkapnya ikuti langkah-langkah seperti berikut ini (kita ambil contoh tanaman Schefflera arboricola atau dalam bahasa Indonesianya tanaman Walisongo:

1. Bahan yang diperlukan. Siapkan (tanaman) walisongo usia 2 tahun, potong miring bagian bawahnya, agar mudah tumbuh akar, buang semua daun yang tumbuh dibagian. Siapkan kertas tisu, botol air transparan yang bersih, lubangi beberapa lubang pada mulut botol.


2. Gunakan kertas tisu yang telah direndam air, bungkus bagian bawah tanaman walisongo, jangan terlalu kencang, sisakan ruang untuk pertumbuhan akar, bagian bawah batang tanaman yang dipotong miring itu harus terlihat.

3. Kemudian, bungkus bagian batang yang tersisa dengan kertas tisu, sisakan bagian ujung dan tunas Walisongo yang terlihat dari luar, hal ini untuk memudahkan pertumbuhan tunasnya agar berdaun.

4. Setelah dibungkus, masukkan ke dalam botol, dan tutup, kemudian cukup diletakkan di tempat yang lapang dengan sirkulasi angin yang baik dan tidak terkena paparan cahaya langsung.

Waktu tumbuhnya akar tidak sama, tergantung pada variable stek tanaman. Setiap beberapa hari jangan lupa diperiksa apakah ada tanda-tanda menjadi kering, jika ada gejala kering, cukup tambahkan air, buka tutupnya dan cukup tuangkan sedikit air, yang penting selalu menjaga kertas tisu dalam keadaan lembab.

5. Tanaman walisongo umumnya akan mulai berakar dan bertunas puluhan hari kemudian, waktu yang pertumbuhan akar dan tunas tidak sama, tergantung pada stek tanaman.

Catatan  : Pertumbuhan akar dengan metode ini lebih cepat, cocok digunakan untuk tanaman kastuba, tanaman aucuba, pohon karet kebo dan stek tanaman bunga lainnya.

B. Sisakan beberapa tanaman rumput dalam pot, bunga dan pohonnya akan tumbuh dengan baik.

Dalam pot bunga selalu saja ditumbuhi dengan rumput liar yang tak diundang, bahkan terlihat sangat subur.

Reaksi pemilik bunga dalam pot tersebut biasanya langsung memberantas sampai keakar-akarnya, sebenarnya Anda bisa menyisakan beberapa rumput itu, anggap saja sebagai barometer untuk melihat kondisi tanah apakah kering dan perlu disirami air.
1. Kapan harus dan tidak perlu disirami air ? Melihat kondisi rumput! Jika rumputnya masih tampak hijau tegak, jangan disiram ; sebaliknya segera sirami air jika tampak layu dan lemas.

2. Sisakan secukupnya rumput liar dalam pot, bisa dijadikan sebagai perlindungan saat musim dingin dan paparan sinar matahari pada musim panas, sekaligus sebagai hiasan di permukaan pot.


C. Tanah menghasilkan zat perangsang pertumbuhan, cepat berakar dan lebat.

Cara membuat cairan gula sebagai bahan perangsang pertumbuhan akar :
1. Gula dilelehkan dulu dengan air panas, perbandingan 9 (air) : 1 (gula).

2. Setelah air gula didinginkan, rendam stek yang telah dipotong ke dalam air gula. Keluarkan steknya setelah terendam kurang lebih 40 – 60 menit kemudian, bersihkan bekas sayatan dengan air, kemudian potong sebagian sayatan itu dengan pisau tajam, selanjutnya siap ditanam seperti biasa.

3. Setelah diolah dengan cara diatas, rasio hidup (pertumbuhan)-nya jauh lebih tinggi daripada tanaman stek pada umumnya, bahkan tanaman yang relatif sulit tumbuh seperti Bunga Rhododendron, Kamelia Jepang dan sebagainya juga dapat mencapai di atas 90% untuk tumbuh subur.

D. Cara perawatan tanaman Succulent gunakan “alkohol”

Dalam proses memelihara tanaman Succulent anda bisa dengan cerdik menggunakan alkohol, insektisida dan membasmi bakteri, bahan-bahan ini relatif lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit jamur terhadap tanaman succulent masa awal dan menengah.  Selain itu, penggunaan alkohol tidak ada residu dan tidak akan merusak tanaman succulent juga tidak akan membahayakan tubuh.

1. Fungsi alcohol, Basmi serangga.
Obat-obatan/bahan pembasmi serangga sisik biasa tidak mampu membasminya, sementara alkohol sangat efektif, coba semprot secukupnya jika terlihat serangga sisik pada tanaman anda, serangga sisik berwarna putih itu seketika berubah menjadi oranye dan mati dalam hitungan detik.

2. Fungsi alkoho, Basmi bakteri sterilisasi

Catatan: Penggunaan alkohol untuk sterilisasi dengan konsentrasi 70-75% ! Ingat, alkohol murni jangan langsung digunakan, karena akan membakar akar. Selain itu juga jangan gunakan alkohol pada saat sinar matahari langsung.

E.Membuat larutan nutrisi dan insektisida dari barang-barang buangan, bumbu penyedap masakan.

1. Cairan bawang putih mengobati embun tepung (penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur), bercak hitam:


Ambil 30 gram bawang putih, tambahkan 500 gram air setelah dihancurkan, aduk merasa dan disaring, setelah itu ambil cairannya dan semprotkan pada permukaan daun, cukup sehari sekali dan semprotkan 3-4 kali.

Bisa juga menggunakan pensil bulu khas China atau sikat gigi bekas, langsung lumuri ke atas daun. Taburkan tumbukan bawang putih ke dalam pot tanaman, juga dapat membunuh cacing tanah, semut dan nematode atau cacing gilig.

2. Mengatasi kutu daun dengan puntung rokok :


Ambil dua atau tiga jentik puntung rokok, rendam dalam segelas air, setelah airnya menjadi kuning, tambahkan sedikit air sabun, kemudian rendam bagian bunga yang terserang kutu itu ke dalam obat, atau semprot langsung, bisa secara efektif membunuh kutu daun.

3. Cuka untuk memperbaiki daun menguning.

Rhododendron, atau yang sering disebut (bunga) rhodies dan Gardenia suka dengan tanah asam. Jika setiap dua sampai tiga minggu sekali dituangkan di sekitar tanaman dengan dua sendok cuka dan satu liter air cuka yang dicampur dengan air, daun yang menguning akan hilang.

4. Bir untuk mengatasi bekicot.

Bir dituangkan ke nampan dangkal di sebelah bunga, siput atau bekicot akan merangkak ke dalam nampan dan mati tenggelam. (erabaru.net/joni/rmat)

Share

Video Popular