Setelah Poso, Kelompok Teror Rencanakan Halmahera Jadi Kamp Latihan Militer

Ilustrasi (Internet)

JAKARTA – Polisi menemukan kelompok teror yang digerebek oleh Densus 88 Mabes Polri di Cilegon, Banten berencana membangun kamp-kamp pelatihan militer di Halmahera, Maluku Utara. Sebelumya kamp pelatihan sudah dibangn di Poso, Sulawesi Tengah karena semakin terdesak setelah dikejar aparat.

“Mereka membentuk jaringan baru, termasuk membuat kamp pelatihan di Halmahera sebagai pengganti wilayah Poso yang semakin sempit,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul  di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Martinus, selama penangkapan terduga teroris di Cilegon, Banten, satu orang tewas dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Djati, Jakarta Timur.  Selanjutnya, akan dilakukan  otopsi untuk bisa mengetahui anti mortem dan post mortem.

Sedangkan satu orang lainnya yang terluka di bahu akibat penembakan karena melawan, saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Jika kondisinya sudah pulih, maka petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Sementara enam rekan lainnya ditangkap dalam keadaan sehat dan saat ini terus dilakukan pemeriksaan secara intensif .

Petugas kepolisian, kata Martinus, saat ini terus memahami dan mengetahui bagaimana aktivitas kelompok ini yang dimotori SM dan NK untuk mengelola aksi-aksi teror seperti Bom Thamrin termasuk melakukan komunikasi dengan kelompok teror di Filiphina Selatan.

Sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 4 terduga teroris di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Sementara 1 orang tewas ditembak dan satu orang lainnya tertembak di tangan karena melakukan perlawanan.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan,  hingga ditangkap satu orang yakni AJ di wilayah Kecamatan Pagelaran, Pandeglang akrena merupakan bagian dari SN. Total sebanyak dua TKP yang menjadi sasaran Densus 88 Mabes Polri.

Aksi penangkapan ini merupakan rentetan dari penangkapan sebelum di Cilegon dan Pandeglang, Banten. Informasi ini saat Kamis (23/3/2017), polisi menangkap SM di Hotel Lafa Park Family Adventure yang beralamat di Jalan Kampung Pesanggrahan, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selanjutnya dilakukan penangkapan atas terduga teroris bernama BEP yang ditangkap di sebuah bengkel di Jalan Aria Putra, Sarua, Ciputat, Tangerang Selatan. BEP diduga terlibat dalam jaringan kelompok SM yang juga terlibat dalam pelatihan militer di Filipina Selatan. (asr)