Ditemukan Berada di Kutub, Serangga Ini Dikenal Binatang yang Tak Bisa Mati Membeku, Bagaimana Dia Menerobos Bongkahan Es?

Kulit beruang es yang tebal-tebal membuatnya terpisah dengan suhu rendah di luar, dan dirinya sendiri bisa menyimpan energi. Di dalam cairan darah Cod kutub selatan (sejenis ikan laut yang hatinya bisa dibuat minyak ikan) terdapat zat tahan beku, sehingga ia dapat hidup secara normal di alam sekeliling yang diselimuti es dan salju.

Tapi, bagaimana serangga kutub yang kecil dengan sekujur tubuh yang telanjang itu menjaga kehangatannya, dan bahkan menembus es? Ahli biologi Phucher menuturkan “Saat suhu menurun, tubuh serangga kutub segera memproduksi energi, persis seperti mengisi bensin ke dalam tangki.”

Lenyap di musim dingin?

Glaster di Alaska (AP Photo/Kathy Matheson)

Pola hidup serangga kutub penuh dengan misteri. Begitu tiba musim dingin, serangga kutub ini nyaris tidak kelihatan atau hilang tak berbekas, tidak ada yang tahu bagaimana mereka melewati (hidup) musim dingin di dasar bumi.

Namun, begitu tiba musim panas, serangga kutub dalam skala besar lalu memecahkan es dan keluar dari sana, sedikit saja tidak hati-hati mungkin dapat menginjak mati puluhan ribu ekor serangga kutub yang bergumul menyatu ini.

Serangga kutub ke luar menjelang matahari terbenam dan istirahat saat matahari terbit. Karena itu nama ilmiah mereka adalah “Solifugus”, yang artinya menghindari matahari. Di musim panas saat sebelum matahari terbit serangga kutub berduyun-duyun menyembunyikan diri di lapisan es dan mereka keluar lagi dari lubang saat matahari terbenam, mencari sisa-sisa rumput laut, serbuk sari dan lain sebagainya yang dapat dicerna sebagai makanan.

Kehidupan makhluk angkasa luar

Mondar mandir dengan leluasa di tengah hamparan es, hidup dinamis dibawah suhu daerah kutub, jika suhu naik lantas berubah menjadi segumpal zat lengket. Menurut ilmuwan, bahwa dengan mengungkap misteri serangga kutub yang misterius, maka tidak tertutup kemungkinan dapat membantu menemukan kehidupan makhluk angkasa luar.

Pada 2005 lalu, Badan Antariksa Nasional AS atau NASA mengucurkan 200,000 dolar AS untuk mendanai proyek riset serangga kutub. Menurut NASA, serangga kutub dapat hidup seperti biasa di lingkungan yang demikian buruk (dingin), hal ini membuktikan bahwa bola es di planet Jupiter atau di atas planet lainnya kemungkinan juga terdapat makhluk angkasa luar yang serupa.

Majalah Geografi nasional AS juga membantu mendanai penelitian serangga kutub. Sebab sel serangga kutub dapat menjaga metabolisme secara normal di bawah suhu rendah, sedangkan dalam proses pembekuan organ transplantasi manusia malah menghabiskan energi dan cepat layu.

Jika misteri metabolisme serangga kutub dapat terungkap, maka dokter bisa mengambil langkah-langkah agar penyimpanan organ tubuh dapat lebih lama.
(Sumber: Epochtimes/Arsip Erabaru/asr)