Beruang ini Mendapat Penderitaan Selama Bertahun-Tahun. Ia Diikat di “Peternakan Empedu Beruang” di Tianjin, Tiongkok, Lalu Diambil Ekstrak Empedunya 24 Jam Sehari!

AnimalAsia adalah sebuah organisasi yang berbasis di Hong Kong yang memiliki visi untuk menjamin kehidupan hewan-hewan di Tiongkok dan Vietnam.

Setelah menyelamatkannya, Caesar tampaknya menjalani kehidupan yang jauh lebih manusiawi di sebuah kuil di Chengdu.

Photo Credit: Animals Asia

Dia sekarang dilaporkan “telah memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik.”

Photo Credit: Animals Asia

“Bekas luka Caesar mungkin masih ada, tapi saat ini dia sungguh mengagumkan (dan hebat),” kata Robinson.

Photo Credit: Animals Asia

“Dengan berat badan sebesar 271 kg [598 lbs], tubuh Caesar kini dipenuhi dengan otot dan tulang yang kuat!”

Photo Credit: Animals Asia

Caesar menikmati waktunya saat berenang di bawah sinar matahari, berjemur, serta menggali tanah saat cuaca semakin dingin.

Photo Credit: Animals Asia

Dia memang terlihat seperti beruang coklat bahagia di foto sejauh yang kami tahu!

Photo Credit: Animals Asia

“Sangat bahagia saat saya melihatnya bisa keluar di bawah sinar matahari. Belasan tahun sejak dia masih dikurung disana, pasti sulit membayangkan bagaimana kondisinya di kala itu,” kata Nic Field, direktur tim Bearing dan Vet Animals Asia China.

Photo Credit: Animals Asia

Caesar adalah salah satu dari beruang yang beruntung karena telah dibebaskan dari industri peternakan empedu yang barbar.

Industri ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar $ 2 miliar setiap tahunnya.

Sebagaimana dinyatakan pada situs Animal Asia, lebih dari 12.000 beruang diyakini masih disimpan di peternakan empedu beruang di Tiongkok dan Vietnam.

Beruang hitam Asiatik adalah spesies yang paling umum digunakan untuk industry pertanian empedu, namun beruang madu dan spesies beruang coklat juga sering digunakan.

“Meskipun ekstrak empedu beruang terbukti mampu menjadi alternatif pengobatan yang murah dan efektif, bisa berbahaya jika mengkonsumsi empedu dari beruang yang sakit,” tulis Animals Asia di situsnya.

Tidak ada hewan yang layak mendapat perlakuan brutal semacam itu. Silakan berbagi cerita ini untuk membantu menghentikan kekejaman ini. (intan/rp)

Sumber: www.ntd.tv

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=lQ3eE-DmJa8