Kredit: Twitter | Air Crash

NY Times melaporkan bahwa co-pilot yang bernama Alistair Atcheson (39) mengenakan masker oksigen saat mengendarai pesawat.

Sementara pramugari bernama Nigel Ogden berpikir cepat, dengan meraih pergelangan kaki Tim saat ia tertarik keluar pesawat, sambil memegangi sebuah kursi didekatnya.

Seorang pembantu pilot kedua, Simon Rogers, mengikatkan dirinya ke kursi pilot dan juga memegangi Tim, karena Nigel mengalami luka dan menderita radang dingin akibat suhu rendah di atas langit.

Credit: Twitter | Air Disasters‏

Setelah mereka berhasil melakukan pendaratan darurat di Southampton, para kru kagum karena mendapati kapten mereka bisa selamat dari insiden mengerikan tersebut.

Credit: Twitter | Air Disasters‏

Tim pun segera dilarikan ke rumah sakit saat mereka telah mendarat, di mana dia dirawat karena radang dingin dan mengalami beberapa patah tulang.

Lima bulan kemudian, dia akhirnya bisa melanjutkan tugas pilotnya kembali.

Credit: Twitter | Air Disasters‏

Karena kejadian mengerikan ini, baut pada kaca depan pesawat milik maskapai British Airways sekarang sengaja ditempelkan pada bagian dalam pesawat, agar bisa mengurangi tekanan jika sewaktu-waktu ledakan seperti itu terulang kembali.

Credit: Twitter | Air Disasters‏

Co-pilot pun mampu melakukan pekerjaan yang luar biasa saat melakukan pendaratan pesawat, karena semua alat kontrol penerbangan rusak paska ledakan, ditambah dengan suara bising pesawat yang begitu nyaring, membuatnya tidak dapat mendengar instruksi dari kontrol lalu lintas udara dengan jelas.

Co-pilot itu otomatis membuat suatu keputusan sendiri, untuk menurunkan pesawat setinggi 80 kaki atau sekitar 24 meter per detiknya.

Dia berhasil mendapatkan kembali kontrol dan bisa mendarat dengan aman.

Credit: Getty Images | Robert Nickelsberg

Kapten Tim adalah salah satu orang yang sangat beruntung bisa selamat dari ambang kematian! (intan/rp)

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular