Super Mengharukan: Nasi Kotak Ibu yang Terakhir… Baca Sampai di Penghujung Artikel, Air Mata akan Berlinang Tanpa Disadari

Setiap tiba siang hari, ayah/ibu yang membawakan nasi kotak selalu bertabrakan dengan anak-anak kelas satu yang pulang sekolah, sehingga sangat merepotkan pihak pemandu lalu lintas sekolah.

Xin Yong adalah anak yang pendiam, pemalu dan patuh.

Suatu ketika saat belajar di kelas, tiba-tiba dia tertidur, aku terkejut, dan membangunkannya.

“Ada apa?” Tanyaku

Dia pun berdiri dengan tatapan bingung, dan tidak menjawab.

Hari kedua di kelas, dia tertidur lagi, aku pun benar-benar tidak tahan, lalu dengan kesal memanggilnya menghadap.

“Ada apa denganmu?”

Aku benar-benar sudah kesal, nada bicaraku pun mulai tidak dapat dikendalikan.

Tiba-tiba, dia meneteskan air mata. Sontak aku pun kaget melihatnya.

“’Ayo bicara!Kenapa kamu selalu mengantuk di kelas?”

“Ibu saya dirawat di rumah sakit! Kemarin saya terus menemaninya di rumah sakit.”

Internet

Seketika kemarahan saya pun sirna, dan menyesal dengan sikapku barusan.

“Kenapa ibumu dirawat di rumah sakit?”

“Sakit, kanker paru-paru!”

Darah saya pun seketika berdesir mendengarnya.

Pikiran saya terpaku pada Xin Yong yang fisiknya lemah ini.

Bagimana jika tiba hari itu, bagaimana dia akan melewati hari-hari yang panjang itu ke depannya?

Sampai disini, tidak bisa tidak hatiku pun merasa sedih.

Saat makan, aku melihat isteriku menyuapi anak kami.

Dan seketika terbayang dalam benak saya, saat melihat ibu Xin Yong secara diam-diam membawakan nasi kotak untuknya.

Internet

Keesokan harinya setelah pulang kerja, saya pun ke rumah sakit menjenguk ibunya Xin Yong.

Baru beberapa minggu tidak melihatnya, ibu Xin Yong tampak kurus dan mukanya tirus.

Dan saya benar-benar tidak percaya dengan pandangan mata saya, melihat wajahnya yang pucat pasi, kepalanya yang botak, apakah itu ibunya Xin Yong saya lihat sehari-hari di masa lalu.