Super Mengharukan: Nasi Kotak Ibu yang Terakhir… Baca Sampai di Penghujung Artikel, Air Mata akan Berlinang Tanpa Disadari

Keesokan harinya, ibu Xin Yong akhirnya pergi dalam kedamaian.

Sehari setelah upacara pemakaman ibu Xin Yong, ayah Xin Yong menemuiku di kantor, dan menyerahkan sebungkus kertas kraft.

“Guru! Ini adalah uang bantuan dari anda dan anak-anak untuk kami sekeluarga. Saya pikir masih banyak siswa yang lebih membutuhkannya. Jadi, saya kembalikan kepada kalian. Terima kasih atas bantuannya”

Selesai menyampaikan maksudnya, ayah Xin Yong meletakkan uang itu, lalu mengangguk mohon pamit dan berlalu.

Uang ini seakan-akan panas mendidih, langsung membakar merasuk ke relung hati saya.

Setiap hari saya selalu mengajak Xin Yong ngobrol.

Internet

Saya khawatir dia tak tahan cobaan atas kepergian ibunya.

“Guru! jangan khawatir, saya baik-baik saja! Guru tidak perlu khawatir dengan saya!”

Xin Yong berkata pada saya, “Sejak awal saya sudah tahu ibu akan segera pergi. Saya juga bukannya mau membantah kata-kata guru, menyuruh ibu untuk tidak membawa nasi kotak lagi. Karena, dalam sepanjang hari itu, saya baru bisa menikmati masakan ibu saya.”

Hatiku seketika berdesir mendengar pengakuan Xin Yong, muridku, dan bertanya padanya, “Kenapa?”

Internet

“Ibuku sangat lemah, melarangnya masak, jadi ayah yang memasak di rumah. Hanya pada saat ayah tidak ada pada siang hari, ibu baru secara diam-diam memasak. Dan ibu selalu bersikeras membawakan makan siang untukku.”

Usai menceritakan semua itu, air mata Xin Yong pun berlinang membasahi pipinya…. (jhony/rp)

Sumber: goodtimes.my

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=LfbWLf86zdc