“Ibu, Demi Bertemu denganmu Lagi, Aku Bersedia Melakukan Hal Paling Konyol – Thomas Alva Edison”

Jika itu adalah kepala keluarga dari keluarga biasa, tentu akan merasa bahwa anaknya memang bermasalah, kemudian dimarahi dan rotan pun melayang.

Tapi Nancy, ibu Thomas tidak berpikir begitu, dia sendiri adalah seorang guru sekolah perempuan, dan dia bersikukuh membela Thomas, anaknya.

Dia merasa anaknya tidak salah, karena Anda tidak bisa mengajarnya, maka saya sendiri yang akan mengajarnya!

Lalu sang ibu membawa pulang Thomas, dan dia sendiri yang menjadi gurunya Thomas.

Thomas kecil paling suka dengan hal-hal yang berbau kimia, sang ibu pun membelikan buku “Pengantar Ilmu Pengetahuan Alam dan Eksperimental”, supaya Thomas kecil bisa menggali sendiri pengetahuan dan eksprimennya.

Thomas kecil tidak bersedih karena dikeluarkan dari sekolah, ia malah senang karena menemukan banyak benda yang bisa dijadikan mainan, dibongkar dan dirakit kembali.

Suatu hari Thomas membuat sebuah eksprimen, dan hasilnya kalau bukan kebakaran pasti meledak, sehingga tetangganya sering mengeluh kepada Nancy, ibunya Thomas.

Eksperimen Edison memang terlalu mengerikan, tapi Nancy merasa, namanya juga eksperimen kimia, ya kalau agak mengerikan juga itu kan wajar, lagi pula kan tidak sampai meledakkan rumahmu. Itu yang dikatakannya kepada tetangganya yang diam tidak berkutik.

Suatu ketika, saat Thomas sedang bermain di rumah temannya, ia melihat orang-orang dewasa sedang membuat percobaan alat terbang menggunakan balon.  Thomas pun seketika tertarik melihat itu, pikirnya, jika perut manusia penuh dengan gas, pasti bisa terbang.

Beberapa hari kemudian, Thomas pun mencampurkan beberapa bahan kimia, membuat “ramuan terbang”, dan dicobakan pada temannya. Hasilnya temannya memang naik ke udara setelah makan ramuannya, tapi pingsan kemudian.

Tak pelak lagi, Thomas pun dicambuk ayahnya, sementara orangtua temannya juga memperingatkan anaknya agar menjauhi Thomas bila masih belum bosan hidup.

Meski hal ini memang kesalahan Thomas, tapi sang ibu Nancy yang sayang anak, tetap mendukung eksperimen Thomas, jangan karena gagal sekali lalu menyerah begitu saja, kata ibu Thomas.