“Ibu, Demi Bertemu denganmu Lagi, Aku Bersedia Melakukan Hal Paling Konyol – Thomas Alva Edison”

Nancy Alliot bukanlah seorang psikolog. Ia juga bukan pakar pendidikan. Nancy hanyalah ibu rumah tangga biasa, seperti kebanyakan ibu-ibu pada zamannya. Tetapi Nancy adalah seorang ibu yang penuh cinta kasih.

Nancy adalah ibu yang selalu memotivasi Thomas. Dia selalu mendorong anaknya untuk melakukan apa saja yang disukainya.

Setiap kali Thomas mengalami kesulitan ibunya selalu berkata, “Thomas, kamu anak yang hebat nak, kamu pasti bisa! Ibu percaya itu sayang..”

Thomas pernah mengatakan, “Ibu saya telah memotivasi saya. Dia begitu tulus dan yakin saya akan berhasil, jadi saya bertekad tidak akan pernah mengecewakannya.”

Pada tahun 1877, Thomas menemukan fonograf

Pada tahun 1880, berhasil menemukan lampu listrik.

Pada tahun 1910, Edison menemukan film bersuara

Thomas akhirnya berhasil, tapi, apa yang dibanggakan.., ibunya tidak bisa lagi melihat kesuksesannya.

Suatu ketika, Thomas menemukan surat yang dulu dikirim oleh gurunya di laci meja ibunya. Dia membuka & membacanya :

“Anakmu punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkannya lagi untuk datang ke sekolah ini selamanya.”

Surat itu membangkitkan kenangan Thomas dan menangis sedih selama beberapa jam membayangkan hari-hari yang dilalui bersama ibunya, kemudian menulis sambil meneteskan air mata : “Thomas Alva Edison memang seorang anak yang gila, tapi ia bisa menjadi orang jenius abad ini berkat bimbingan seorang pahlawan pendidikan Nancy, ibunya.

Gambar alat komunikasi dunia roh dalam imajinasi orang-orang belakangan

Thomas lalu bertekad melakukan sesuatu untuk orang-orang yang merasakan kesedihan yang sama dengannya, yaitu sebuah penelitian yang dia sendiri tidak percaya, yakni“Psycho-Phone”- alat komunikasi dunia roh.

Lebih dari satu abad telah berlalu, namun, tak seorang pun yang pernah melihat instrumen temuan Thomas itu, banyak orang menduga “Psycho-Phone”-nya mungkin hilang dalam sejarah yang panjang.

Mungkin, Thomas pernah menggunakan,“Psycho-Phone”yang tidak memiliki fungsi apa pun itu, dan mungkin ketika dalam kehenigan, ia bergumam : “Ibu”

Mungkin inilah kekonyolan si jenius Thomas Alva Edison…yang berangan-angan berkomunikasi dengan Nancy Alliot, ibunya yang sudah meninggal. Tapi memang segala sesuatunya berawal dari mimpi.

Kata kebajikan yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah : “Jenius adalah 1% inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.”

(Thomas Alva Edison, 11 Februari 1847 – 18 Oktober 1931)

(joni/asr)

Sumber : Edison National Historic Site