Tidak Diakui oleh Orangtuanya, Saat Kecil Tinggal Sendirian di Sebuah Perkampungan Kumuh, Terkena Penyakit Tulang Namun Berhasil Lulus Ujian UPSC

“Tempat saya belajar adalah organisasi amal yang dijalankan oleh pemerintah dan saya tidak perlu membayar apa pun. Meski untuk mendapat satu makanan per hari itu sulit, saya merasa puas karena setidaknya bisa belajar, “katanya kepada HT dalam sebuah wawancara.

“Saya ingin belajar di sekolah menengah Arwachin Bharti Bhawan karena memiliki infrastruktur yang lebih baik dan saya mendapat beasiswa,” jelasnya.

(Foto : Facebook | Ummul Kher)

Namun, orangtuanya tidak setuju dengan pilihannya dan mengancam akan melepaskan semua ikatan dengannya.

“Saya diancam. Niat saya untuk ingin terus belajar dipertanyakan. Itu adalah saat terburuk. Mereka bilang sekarang saya sudah mendapat pendidikan lebih dari yang seharusnya didapatkan seorang gadis, “katanya kepada HT.

Pada titik ini, alih-alih merasa tertekan dan menyerah, Ummul justru menyewa sebuah rumah kumuh, dan mulai mengajar anak-anak, dia mendapatkan uang untuk sewa rumahnya.

(Foto : Facebook | Ummul Kher)

Hidupnya sendiri tidak mudah, dan Ummul harus mengajar empat kelompok dari pukul 3 sore. sampai jam 11 malam di malam hari. Dia memperoleh hanya 50-100 rupee dari setiap anak.

“Saya tidak bisa mengharapkan lebih karena ini adalah anak-anak para pekerja, tukang besi, penarik becak dan lain-lain. Selain itu, bagi seorang gadis untuk tinggal sendirian di sebuah rumah kumuh, kadang-kadang membawa pengalaman traumatis. Rumah semacam itu tidak pernah aman tapi saya tidak punya pilihan, “katanya.