Kisah Tentang Dia yang Berkali-kali Gagal dan Hanya Berhasil Dua Kali

Ini adalah pukulan mental yang teramat berat baginya, hatinya hancur dan terbaring lemah di tempat tidur selama beberapa bulan. Pada tahun 1836 ia menderita neurasthenia – penyakit saraf lemah.

Pada tahun 1838, Lincoln merasa kondisinya sehat dan memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Speaker of State Legislature, tapi gagal. Pada tahun1843 ia kembali mencalonkan diri dalam pemilihan anggota Kongres, tapi gagal.

Meskipun Lincoln berulang kali mencoba, namun, berkali-kali juga menemui kegagalan : Bisnisnya bangkrut, tunangannya meninggal, kalah dalam pemilihan anggota Kongres.

Jika Anda yang mengalami semua ini, apakah Anda akan menyerah—– ini adalah hal penting bagi Anda?

Lincoln adalah orang yang cerdas, dia memiliki karakter yang gigih dan pantang menyerah, juga tidak pernah berpikir “apa jadinya jika gagal ?”

Pada tahun 1846, sekali lagi dia mencalonkan diri untuk menjadi anggota kongres, dan akhirnya berhasil. Dua tahun masa jabatan itu segera berlalu, dia memutuskan untuk terpilih kembali, dia menganggap dirinya sangat menonjol sebagai anggota Kongres, dan percaya rakyat akan terus memilihnya, namun, sayang sekali, dia gagal terpilih kembali

Dia kehilangan sejumlah besar uang untuk pemilihan tersebut, Lincoln melamar pekerjaan sebagai land officer, tapi ditolak.

Pemerintah negara bagian mengembalikan surat lamarannya dengan penjelasan bahwa “Untuk menjadi pejabat negara dituntut kandidat yang punya bakat dan kecerdasan yang luar biasa, dan permohonan Anda gagal memenuhi tuntutan ini.”

Sukses setelah mengalami kegagalan dua kali secara beruntun.

Dalam kondisi seperti ini, apakah Anda akan terus melanjutkan usaha ? Apakah Anda akan mengatakan “Saya gagal”? Namun, sebagai orang yang cerdas dan gigih, Lincoln pantang menyerah.

Pada tahun 1854, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, namun gagal ; Dua tahun kemudian, dia mencalonkan diri untuk menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat.

Namun, ia dikalahkan oleh lawannya. Dua tahun kemudian, dia mencalonkan diri kembali sebagai anggota Senat, tapi gagal lagi.