Mereka Membawa Setumpuk Uang Koin ke Bank Untuk Ditukar, Tapi Dimarahi Teller, Hingga Akhirnya Ada yang Bersedia Menerimanya dan Mereka Terharu Setelah Mengetahui Kegunaan Uang Itu

Internet

Erabaru.net. Seperti kata pepatah, “Meski sepahit apa pun, orang tua juga tidak akan membuat anaknya ikut menderita”.

Demi membesarkan anak-anak dan membiayai sekolah mereka, banyak orang tua yang tidak segan-segan mengorbankan segalanya demi mereka.

Baru-baru ini, ada sebuah kisah memilukan di Provinsi Anhui, Tiongkok.

Agar supaya anak mereka yang sedang sekolah di luar daerah memiliki biaya hidup sehari-hari, Gao Guang Lin (baca Kao Kuang Lin) yang tidak bisa melihat ini mengemis sepanjang jalan bersama dengan isterinya.

Kemudian sambil memeluk setumpukan uang koin dari pemberian orang-orang dermawan, suami isteri ini lalu ke sebuah bank untuk menukarnya.

Namun tak disangka mereka dianggap sengaja mencari masalah/mempersulit dan menolaknya.

Gao Guanglin yang berusia 49 tahun tidak bisa melihat, sementara Wang Fang, isterinya yang berusia 54 tahun juga tidak bisa bergerak leluasa karena masalah pada kakinya.

Sejak kemarau pada akhir Juli tahun lalu, sawah dan ladang gandum yang menopang kehidupan keluarga gagal panen.

Sementara anak mereka yang sekolah di luar daerah butuh biaya hidup sehari-hari, untuk itu mereka pun terpaksa mengemis, kemudian menukar koin-koin recehan itu ke bank.

Selama mengembara sebagai pengemis, malamnya suami isteri tidur di bawah jembatan.

Gao yang buta tapi terampil dalam menyulam tas mungil akan memberikan souvenir itu kepada oang-orang yang ikhlas menyumbangkan uangnya untuk mereka.

Namun, ketika mereka mengumpulkan cukup banyak koin, banyak bank yang menolak mereka.

Sampai pada akhirnya, Postal Savings Bank of China di Huang shi bersedia menerima pertukaran uang koin mereka.

Internet

Petugas bank yang melihat hidup mereka yang sulit, ditambah lagi butuh waktu yang cukup lama untuk menghitung koinnya, lalu memesan nasi kotak untuk mereka.

Internet

Sejumlah besar koin-koin yang mereka kumpulkan bernilai satu sen, yang juga bercampur dengan denominasi lainnya.

Jumlah koin yang sangat banyak tampak tertata rapi di atas meja, saat petugas bank sedang menghitung jumlah total koinnya, pasangan ini memanfaatkan waktu itu untuk makan, dan menyulam tas mungil.

Akhirnya, bank tersebut menyelesaikan hitungannya hingga malam dengan total lebih dari 3.000 koin senilai sekitar 300 yuan atau setara Rp. 615 ribu.

Kemudian pasutri ini mengirimkan uang itu untuk kedua anaknya di luar daerah.

Sementara mereka hanya membawa bekal semula dari kampung, dan melangkah perlahan selangkah demi selangkah menuruni tangga bank.

Internet

Pasutri yang berjalan selangkah demi selangkah di jalanan yang diterpa tiupan angin dingin itu masih harus pulang ke kampung halaman mereka untuk membantu anak-anak mempersiapkan pakaian musim dingin.

Sementara yang menjadi milik mereka sendiri hanyalah barang-barang yang mereka bawa ini.

Internet

Entah bagaimana perasaan anak-anak mereka jika tahu dengan pengorbanan orang tua mereka yang berjuang dengan susah payah, dan semuanya hanya demi mereka, anak-anaknya.

Internet

Tidak peduli apakah mereka sendiri sudah makan atau belum, hal pertama yang mereka pikirkan adalah kebutuhan anak-anak mereka.

Perasaan seperti ini bisa dirasakan oleh banyak orang selaku orang tua dari anak-anaknya.

Namun, kegetiran yang dialami pasangan Gao ini membuat miris orang-orang yang melihatnya.

Semoga saja anak-anak mereka bisa berbakti kelak, membalas budi ayah-ibu mereka. (jhn/rp)

twgreatdaily.com

VIDEO REKOMENDASI

https://www.youtube.com/watch?v=ElH7BmrVjVU