Hanya Karena Sepatah Kata Sang Ayah, Harga “Teh O” di Warung Makan di Malaysia Ini Tetap dengan Harga Seperti 23 Tahun Silam

Warung ini sekarang dikelola oleh Mohd Ridhuan, putra sulung dari almarhum sang ayah yang meninggal pada 2006 lalu.

Dalam wawancaranya dengan mStar Online, pemilik berusia 36 tahun tersebut menuturkan, warung makannya sekarang dikelola bersama dengan ibunya yang berusia 60 tahun dan delapan anggota keluarga serta karyawan yang terdiri dari kerabat sendiri.

Sekeluarga mereka akan selalu menjalankan usaha warungnya dengan konsep sosial, hanya karena sepatah kata almarhum sang ayah : “Teh O akan selalu dipertahankan dengan harga 20 sen (sekitar 670 rupih), itu adalah pesan terakhir almarhum ayah.”

“Sang ayah pernah berencana untuk menurunkan harganya menjadi 15 sen sebelum meninggal, namun karena sulitnya mendapatkan pecahan 5 sen, sehingga niat baiknya itu pun batal.”

Warong Pak Hassan dibuka pada pagi dan sore. “Harga penganan (kue) dikisaran antara 30 sampai 40 sen, selain nasi kari, nasi hangat yang disiram braised pork, mie goreng, juga tersedia sticky rice/nasi ketan dan sebagainya, dengan harga yang terjangkau semua kalangan.”

Sedangkan untuk menu siang hari, warung ini menyediakan aneka menu yang menggoda selera : “Harganya juga tidak mahal, harga (nasi) kepala ikan mackerel dan kepala ikan merah hanya sekitar 8 RM atau ( sekitar 26 ribu rupiah).”

Mungkin Anda akan berpikir bahwa harganya murah karena disana adalah daerah perkampungan, dengan biaya warung kaki lima yang rendah, tapi belum tentu dugaannya seperti itu.