60 Tahun Setelah Sang Suaminya Seorang Tentara Jepang Melarikan Diri, Wanita dari Vietnam Ini Masih Tetap Mencintainya

Sebuah foto tahun 1947 dari Nguyen Thi Xuan dan suaminya orang Jepang, Shimizu (hanya satu nama diketahui) dan kedua anak mereka di rumahnya di pinggiran Hanoi.(AFP)

“Saya tidak tahu cara kami mengatasi periode itu, saya masih merasa takut memikirkan masa lalu yang sulit,” tambahnya.

Xuan bertemu Shimizu pada tahun 1943 selama pendudukan Jepang pada tahun 1940-1945, yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan kolonial Prancis.

Mereka segera menikah. Pasangan muda itu hanya mampu menyajikan biskuit dan permen untuk para tamu di pesta pernikahan mereka yang sederhana.

Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, sekitar 700 tentaranya tetap tinggal, banyak di antara mereka bergabung dengan pemimpin revolusi Vietnam Ho Chi Minh dalam perjuangannya untuk mendapatkan kemerdekaan dari Prancis.

Setelah Prancis dikalahkan pada tahun 1954, Shimizu adalah salah satu gelombang pertama yang diperintahkan untuk kembali ke negaranya oleh penguasa Jepang, yang menolak untuk menerima istri atau anak-anak Vietnam mereka.

Tapi Xuan mengingat suaminya sebagai “pria yang sangat baik”.

“Saya membuat bantal dari jaket militer yang ditinggalkannya untuk saya, menutupinya dengan bendera (Vietnam). Saya membayangkan suami saya adalah bintangnya,” katanya sambil tersenyum sambil mengacu pada kaskade merah dan emas.