Saturday, November 27, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOKMengapa Perusahaan Tiongkok Mencatatkan IPO di Bursa Saham Amerika Serikat, Meskipun Terjadi...

Mengapa Perusahaan Tiongkok Mencatatkan IPO di Bursa Saham Amerika Serikat, Meskipun Terjadi Ketegangan?

Fan Yu

Meskipun ada ketegangan-ketegangan politik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dengan rezim Tiongkok, kekuatan dua ekonomi  dunia itu menjadi semakin meningkatkan jalinan secara finansial, terutama di front Penawaran Saham Perdana (IPO).  

Penawaran Saham Perdana (IPO) dilakukan oleh perusahaan Tiongkok di bursa AS. Bahkan saat Kongres Amerika Serikat mulai memperketat kendali-kendali terhadap perusahaan-perusahaan berbasis di Tiongkok yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan ini terus-menerus  mencari modal Amerika Serikat. 

Perusahaan-perusahaan ini, telah mengumpulkan rekor jumlah modal ekuitas melalui penawaran-penawaran umum perdana (Penawaran Saham Perdana) di bursa Amerika Serikat tahun ini.

Tentu ada alasan-alasan mengapa perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini, ragu-ragu untuk mendaftar di sini. Beberapa perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok, baru-baru ini dihapus dari bursa saham Amerika Serikat, seperti tiga penyedia telekomunikasi terbesar milik negara Tiongkok dan perusahaan energi China National Offshore Oil Corp.

Pada  Maret, Komisi Sekuritas dan Bursa Saham Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai menerapkan Holding Foreign Companies Accountable Act, untuk menegakkan aturan pengungkapan yang lebih ketat pada perusahaan-perusahaan asing yang sahamnya diperdagangkan di Amerika Serikat. Upaya-upaya semacam itu, untuk mendapatkan lebih banyak transparansi dan pengawasan lebih besar terhadap perusahaan-perusahaan  berbasis di Tiongkok yang memiliki dukungan politik bipartisan di Washington.

Namun, tindakan-tindakan ini hanya berdampak kecil pada parade  perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok yang antre, untuk mempertahankan Penawaran Saham Perdana perusahaan-perusahaan tersebut di bursa saham Amerika Serikat.

Sejak produsen obat Qilian International Holding Group Ltd. menjadi perusahaan pertama yang berbasis Tiongkok yang menempatkan sahamnya ke Nasdaq tahun ini,perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok telah mengumpulkan sekitar usd 4,4 miliar hingga 31 Maret, di 20 transaksi Penawaran Saham Perdana yang terpisah, menurut data dari Deloitte & Touche. 

Penawaran Saham Perdana yang terbesar adalah penerbitan saham senilai usd 1,6 miliar oleh RLX Technology Inc., yaitu produsen rokok elektrik. Ini adalah sebuah kecepatan yang luar biasa mengingat bahwa tahun lalu selama kuartal yang sama, hanya ada enam Penawaran Saham Perdana Amerika Serikat yang mengumpulkan usd 370 juta untuk perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok.

Dan, ada beberapa Penawaran Saham Perdana Tiongkok yang muncul.

Salah satu Penawaran Saham Perdana yang potensial tersebut adalah Douyin milik ByteDance, sebuah aplikasi media sosial video bentuk-pendek yang merupakan TikTok versi Tiongkok. 

Reuters melaporkan  ByteDance  secara internal membahas terdaftarnya Douyin di Bursa Efek New York dan telah menyusun sebuah struktur hukum yang akan memenuhi persyaratan-persyaratan regulator Amerika Serikat maupun Tiongkok. 

Tetapi, sejak itu ByteDance membantah spekulasi tersebut. ByteDance sebelumnya ingin mendaftarkan seluruh perusahaan baik di Amerika Serikat atau pun di Hong Kong, sebelum pemerintahan Donald Trump mengangkat masalah-masalah keamanan tahun lalu terkait TIK tok.

Didi Chuxing, aplikasi ride-hailing (jasa transportasi yang menggunakan platform online, seperti aplikasi di smartphone yang menghubungkan antara penumpang dengan pengemudi) No. 1 di Tiongkok, adalah sebuah taruhan yang pasti untuk Penawaran Saham Perdana di Amerika Serikat akhir tahun ini. 

Didi Chuxing memiliki banyak pendukung terkenal yang mencakup Tencent, Alibaba, SoftBank Jepang, Toyota, dan Uber, adalah salah satu  unicorn teknologi terbesar di Tiongkok, dan telah mengajukan sebuah formulir S-1 secara rahasia untuk mengantisipasi sebuah pendaftaran Bursa Saham New York. 

Saham Uber di dalam Didi Chuxing adalah sebuah hasil  penjualan anak perusahaan Uber di Tiongkok ke Didi Chuxing pada tahun 2016.

Hello TransTech, sebuah platform berbagi sepeda, adalah perusahaan lainnya yang berbasis di Tiongkok yang mempersiapkan sebuah penawaran Amerika Serikat, menurut sebuah laporan South China Morning Post. Hello TransTech didukung oleh Ant Group dan memiliki penilaian sekitar usd 5 miliar, menurut putaran terakhir pembiayaan.

Jadi, mengapa begitu banyak perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok terus-menerus mencatatkan sahamnya di bursa-bursa saham Amerika Serikat meskipun ada risiko-risiko regulasi yang jelas? Singkatnya, akses pasar dan likuiditas terkait.

Pasar saham Amerika Serikat, bagaikan sebuah samudra dibandingkan dengan kolam Tiongkok. Jumlah seluruh nilai pasar dari semua perusahaan yang berdomisili di Tiongkok yang diperdagangkan di bursa-bursa saham Amerika Serikat adalah senilai usd 1,9 triliun pada 30 April, menurut sebuah analisis oleh The Epoch Times dengan menggunakan data Bloomberg.

Total nilai seluruh pasar saham Tiongkok adalah sekitar usd 11,7 triliun.

Itu adalah jumlah kapitalisasi Bursa Saham Shanghai sebesar usd 6,5 triliun, ditambah nilai pasar Bursa Saham Shenzhen sebesar usd 5,2 triliun. Itu berarti nilai perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok yang terdaftar di bursa-bursa saham Amerika Serikat mendekati 30 persen pasar Bursa Saham Shanghai, 37 persen pasar Bursa Saham Shenzhen, atau 16 persen dari gabungan dua pasar-pasar bursa saham terbesar di Tiongkok.

Sebagai perbandingan, total kapitalisasi pasar dari pasar saham Amerika Serikat adalah usd 49 triliun per 31 Maret, menurut Siblis Research.

Jadi apa artinya ini? Pertama, memindahkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat ini kembali ke Tiongkok akan bermasalah — skala-skala perusahaan-perusahaan tersebut akan mengeluarkan modal yang tersedia dari perusahaan-perusahaan lain yang berbasis di Tiongkok. 

Sudah jelas bahwa memperoleh modal dari luar negeri, adalah sebuah strategi keuangan utama bagi banyak perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok, dan selanjutnya, Partai Komunis Tiongkok. 

Ukuran pasar-pasar dalam negeri Tiongkok, perlu diperluas secara signifikan untuk menampung perusahaan-perusahaan ini. Sebagai perbandingan, ukuran kumpulan-kumpulan modal dan keragaman investor di Amerika Serikat adalah tiada bandingan.

Federal Reserve mengeluarkan sebuah buku putih berjudul “Why Do U.S. Cross-Listing Matter” pada tahun 2008. Sementara buku putih itu sudah kuno, kesimpulannya adalah tetap relevan. The Fed menemukan bahwa “para  investor Amerika Serikat sangat meningkatkan kepemilikannya di saham-saham asing yang melakukan cross-list di bursa Amerika Serikat, sebuah fenomena yang kami sebut sebagai ‘efek daftar-silang.'” 

Cross-listing adalah pencatatan saham di lebih dari dua bursa selain bursa domestiknya.

Memiliki sebuah basis modal Amerika Serikat adalah penting bagi perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar yang berjuang untuk relevansi global. Pasar dalam negeri Tiongkok sebagian besar adalah ritel, di mana setiap investor memegang jumlah terbesar dari saham-saham. 

Pasar Amerika Serikat didominasi oleh lembaga-lembaga, seperti dana-dana mutual dan  exchange traded fund, dana pensiun, perusahaan-perusahaan asuransi,hedge funds, dan bank-bank. 

Ada sebuah dampak reputasi yang positif untuk memiliki kelembagaan mayoritas pemegang saham selain dampak nyata lainnya, seperti sebuah harga saham yang kurang volatil (lembaga-lembaga lebih jarang menyerahkan kepemilikannya daripada para investor ritel).

Jadi, ancaman peningkatan pengawasan peraturan itu adalah nyata, dan beberapa perusahaan mungkin dihapus dari daftar. Namun demikian, perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok hingga saat ini masih menilik manfaat masih terdaftar di Amerika Serikat adalah lebih besar daripada risikonya. 

Dari sudut pandang Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok harus mencapai kesepakatan dengan Bursa Saham Amerika Serikat pada pemeriksaan akuntansi dan audit lintas-negara dengan cepat, jika ingin menjaga agar uang tetap mengalir.

Salah satu cara beberapa perusahaan melakukan hedge funds  adalah bertaruh dengan cara memiliki sebuah daftar ganda. 

Beberapa raksasa teknologi terbesar Tiongkok, yang mencakup JD.com, Alibaba, dan Baidu, terdaftar baik di Amerika Serikat maupun di Hong Kong. Dengan cara ini, jika regulator Amerika Serikat melarang perusahaan-perusahaan ini terdaftar di bursa-bursa Amerika Serikat, maka para investor asing masih dapat mengakses sebuah bursa saham yang besar dan likuid di Hong Kong.

Sementara perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok mungkin akan diberi insentif untuk mendaftar di Amerika Serikat, para investor Amerika Serikat harus tetap waspada.

Transparansi informasi dan integritas pengungkapan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok, adalah tidak setara dengan perusahaan-perusahaan sejenis di Amerika Serikat, terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil yang lebih kecil yang kurang terkenal. Bahkan, setelah Tiongkok mengizinkan para regulator Amerika Serikat untuk melakukan audit kertas-kertas kerja, tidak ada jaminan kertas-kertas kerja tersebut adalah asli atau sebenarnya.

Ambil saja, Luckin Coffee sebagai contoh, rantai kopi terkenal yang terdaftar di Amerika Serikat yang runtuh tahun lalu karena penipuan keuangan. Penipuan Luckin Coffee tidak ditemukan oleh para auditornya. Faktanya, auditor Luckin Coffee, yaitu Ernst & Young, membantah bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab karena pernyataan-pernyataan dan catatan-catatan yang diterima Ernst & Young dari Luckin Coffee dipalsukan. Begitu pun memberikan kertas-kertas kerja dan dokumen-dokumen perusahaan lain kepada Bursa Saham Amerika Serikat untuk diperiksa tidak mengungkap penipuan Luckin Coffee.

Majalah Institutional Investor merangkum sentimen investor kolektif  dalam pertanyaan retoris ini tahun lalu: “Para investor sangat ingin menuai keuntungan dari berinvestasi di pasar Tiongkok yang sangat besar, tetapi dapatkah mereka mempercayai angka-angka, pengungkapan-pengungkapan, dan kejujuran perusahaan-perusahaan Tiongkok?” (Vv)

Video Rekomendasi :

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments