Sunday, November 28, 2021
No menu items!
HomeSERBA SERBIHati-hati bagi Peminum Kopi yang Sedang Mengonsumsi 8 Jenis Obat Ini

Hati-hati bagi Peminum Kopi yang Sedang Mengonsumsi 8 Jenis Obat Ini

Erabaru.net. Xiao Fang (nama samaran) yang belum memiliki rencana untuk melahirkan anak dalam waktu dekat, mulai menggunakan obat untuk mencegah kehamilan sesuai saran dokternya. Dan dia tidak merasakan adanya kurang nyaman setelah mengonsumsi obat kontrasepsi tersebut. Namun anehnya, baru-baru ini ketika Xiao Fang minum kopi untuk menyegarkan pikirannya, ia merasa jantungnya berdebar-debar dan mual, tidak bisa tidur di malam hari. Padahal minum secangkir kopi di waktu-waktu lalu tidak demikian adanya.

Minuman kopi dapat menyegarkan pikiran, dan banyak sekali orang zaman now minum setidaknya secangkir kopi hampir setiap hari. Sedangkan bahan utama dalam kopi yang menyegarkan pikiran itu adalah kafein.

Sesungguhnya, minuman lain seperti teh, cola dan coklat juga mengandung kafein. Menggunakan secara bersamaan antara kafein dengan beberapa obat akan menimbulkan efek interaktif yang dapat menyebabkan gejala seperti tremor (gerakan gemetar yang tidak terkendali) di tangan, jantung berdebar dan sebagainya.

Obat apa saja yang jangan dikonsumsi bersamaan dengan kopi ?

1. Obat kontrasepsi

Kafein yang terkandung dalam kopi adalah stimulan saraf pusat. Meminumnya dalam jumlah sedang dapat menyegarkan, dan minum berlebihan dapat menyebabkan kesegaran yang berlebihan, palpitasi (jantung berdebar-debar) atau mual.

Badan Pengawas Obat dan Makanan juga mengingatkan masyarakat : Meskipun kopi memiliki efek menyegarkan, asupan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, gelisah, susah tidur, sakit kepala dan gejala lainnya.

Sedangkan obat kontrasepsi yang digunakan oleh Xiao Fang dapat meningkatkan efek kafein. Penggunaannya secara bersamaan dengan kopi akan meningkatkan konsentrasi kafein dalam darah dan meningkatkan iritasi pada sistem saraf pusat, yang menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh.

2. Obat maag

Obat lambung seperti Cimetidine juga dapat meningkatkan konsentrasi kafein dalam tubuh dan menimbulkan iritasi pada sistem saraf pusat.

3. Antidepresan

Obat-obatan untuk anti-depresi seperti Fluvoxamine dan lainnya dapat mengurangi metabolisme kafein. Selama minum obat tersebut, minum kopi dapat mempengaruhi kualitas tidur atau menyebabkan aritmia (gangguan pada irama jantung).

4. Obat darah tinggi

Kafein dapat menyempitkan pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah menjadi naik, yang pada gilirannya membuat obat penurun tekanan darah menjadi kurang efektif.

5. Obat anti-inflamasi dan obat penghilang rasa sakit

Kafein bertemu dengan asam asetilsalisilat, diklofenak dan analgesik anti-inflamasi lainnya dalam tubuh seseorang dapat meningkatkan jumlah aspirin dalam tubuh, sehingga meningkatkan efektivitas diklofenak dalam pengobatan migrain.

6. Teofilin (obat untuk meredakan gejala akibat penyempitan saluran napas)

Penggunaan bersama kafein dengan teofilin dapat meningkatkan konsentrasi teofilin dalam darah, terutama karena kedua jalur metabolismenya sama, yang menyebabkan penurunan metabolisme dan toksisitas teofilin. Efek samping yang umum muncul adalah tremor tangan dan jantung berdebar-debar.

7. Garam litium

Sekitar 30% hingga 50% pasien yang menerima terapi lithium akan mengalami tremor persisten. Tremor persisten yang disebabkan oleh garam litium biasanya terjadi pada getaran halus pada jari, dan dapat juga diperparah oleh konsentrasi garam litium yang tinggi, karena minum arak, kafein, stres, ketegangan, dan kelelahan, tetapi juga akan mengurangi keparahannya seiring dengan bertambahnya waktu perawatan dengan garam lithium.

Selama menggunakan garam lithium, yang terbaik adalah menghindari minum kopi, jika tidak maka akan meningkatkan kemungkinan gejala tremor. Selain itu juga akan membuat penyerapan garam lithium menjadi berkurang, di mana menyebabkan pengobatan konsentrasi darah menjadi tidak mencukupi.

8. Obat Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit yang umum terjadi pada orang-orang lansia. Dan sering kali patah tulang menimbulkan banyak gangguan dalam kehidupan orang-orang lansia. Oleh karena itu, mengonsumsi obat-obatan yang meningkatkan kepadatan tulang sangat penting untuk mencegah terjadinya patah tulang. Ada banyak jenis obat osteoporosis, salah satunya disebut bifosfonat, dan Alendronat (Fosamax) termasuk dalam kategori ini.

Penyerapan obat untuk mencegah dan menangani osteoporosis akan menurun karena kafein, sehingga mempengaruhi efek pengobatan, pada kasus yang parah dapat menyebabkan patah tulang sekunder pada orang-orang lansia.

Selain itu, kopi sendiri memiliki efek diuretik (membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine), yaitu dapat meningkatkan kecepatan ekskresi kalsium dari ginjal dan secara tidak langsung menyebabkan pengeroposan tulang. Oleh karena itu, penderita osteoporosis juga harus membatasi minum kopi. Efek ganda seperti itu benar-benar tidak kondusif untuk pengobatan osteoporosis. Jadi bagi orang-orang tua yang suka minum kopi sebaiknya dapat menahan diri. (sin/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments