Saturday, November 27, 2021
No menu items!
HomeSTORYCERITA KEHIDUPANToko Berusia 346 Tahun di Sebelah Kuil Sensoji di Jepang Tutup untuk...

Toko Berusia 346 Tahun di Sebelah Kuil Sensoji di Jepang Tutup untuk Selamanya

Erabaru.net. Kuil Sensoji terletak di Taito, Tokyo, Jepang merupakan kuil tertua di Tokyo dan menjadi salah satu tempat wisata paling terkenal. Wisatawan yang berkunjung ke kuil, selain bersembahyang juga jalan-jalan sambil belanja di toko-toko tradisional Jepang yang berada di sepanjang jalan ‘Nakamise-dori’. Namun sayang, ada toko super tua yang berusia 346 tahun, yang menempelkan pengumuman tutup sejak bulan Juli yang baru lalu.

Nama resmi Kuil Sensoji adalah Kinryū-zan Senso-ji (Kuil Sensoji Gunung Jinlong). Kuil ini didirikan pada tahun 628 dan merupakan kuil tertua di Tokyo. Menurut legenda, sepasang saudara yang berprofesi sebagai nelayan menemukan patung Bodhisattva Guanyin saat menangkap ikan, kemudian mengubah rumah mereka menjadi kuil untuk mengabadikan patung Bodhisattva Guanyin. Inilah asal muasal dari Kuil Sensoji.

Gerbang utama Kuil Sensoji adalah Kaminarimon, yang dikenal sebagai “Gerbang Guntur” yang di kedua sisinya masing-masing terdapat patung Fujin (Dewa Angin) dan Raijin (Dewa Guntur), dan lentera besar berwarna merah dengan tulisan “Gerbang Guntur” yang kemudian menjadi simbol Asakusa.

“Nakamise-dori” yang sudah ada sejak zaman Edo pada abad ke-17 dipenuhi dengan toko-toko yang berjualan aneka macam makanan lezat, makanan ringan dan souvenir yang sering menarik banyak wisatawan. Sebagian besar toko-toko di sana dijalankan oleh keluarga secara turun-temurun.

Dan di jalan perbelanjaan ini, ada Toko Utama Kinryū-zan Senso-ji Mochi yang sudah dibuka pada tahun 1675, dan merupakan salah satu toko khusus penjual makanan khas yang terkenal yaitu Asakusa Mochi, dan kerupuk kacang merah yang baru digoreng juga rasanya sangat lezat.

Sayangnya, toko bersejarah tersebut secara resmi sudah ditutup pada 23 Juli 2021. Sebuah pemberitahuan yang ditempel di pintu toko dengan bahasa Jepang yang berbunyi kira-kira : Terima kasih kepada para pengunjung yang selalu berbelanja ke toko kami. Toko kami mulai ditutup pada 23 Juli 2021. Terima kasih banyak atas dukungan jangka panjang kalian.

Bagi banyak warga Jepang, terutama pelanggan tetap, penutupan toko bersejarah ini tidak diragukan lagi merupakan hal yang mengejutkan mereka. Meskipun beberapa orang berspekulasi bahwa penutupan toko mungkin karena pengaruh dari gelombang epidemi COVID-19. Namun, karyawan toko tersebut membenarkan alasan penutupan toko sebenarnya adalah tidak ada generasi yang bersedia mewarisi usaha toko.

Ini adalah masalah utama yang dihadapi oleh banyak toko-toko tradisional. Generasi muda masa kini ingin mencari pekerjaan yang relatif stabil dengan gaji yang tinggi, mereka enggan mewarisi pekerjaan yang dilakukan secara tradisional, akhirnya toko-toko ini harus masuk “museum”. (sin/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments