Sunday, November 28, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOK"Kemakmuran Bersama" Digerakkan PKT Lewat Sumbangan Paksaan, Ekonom dan Profesor Universitas...

“Kemakmuran Bersama” Digerakkan PKT Lewat Sumbangan Paksaan, Ekonom dan Profesor Universitas Peking : Meninggalkan Ekonomi Pasar Berarti Menuju Kemiskinan Bersama

 oleh Tang Jiajie – Radio Free Asia

Setelah Xi Jinping mendengungkan gerakan “Kemakmuran Bersama”, sejumlah perusahaan  swasta besar daratan Tiongkok “menyambut gembira”.  Mereka menyumbangkan kekayaan yang terkumpul selama bertahun-tahun sebagai tanggapan atas kebijakan tersebut. 

Alibaba dan Tencent, kedua perusahaan besar yang saat ini sedang berada di bawah pengawasan pemerintah komunis Tiongkok, masing-masing telah mengumumkan untuk menginvestasikan RMB. 100 miliar ke dalam proyek-proyek kesejahteraan sosial. 

Namun demikian, profesor Universitas Peking dan ekonom terkenal Zhang Weiying menulis sebuah artikel yang memperingatkan bahwa, jika pemerintah komunis Tiongkok kehilangan kepercayaannya pada ekonomi pasar, dan memperkenalkan lebih banyak intervensi pemerintah, maka itu dapat menyebabkan terwujudnya kemiskinan bersama.

Alibaba Group merespon “Kemakmuran Bersama” dengan menginvestasikan RMB. 100 miliar

Dalam pertemuan Komite Sentral Keuangan dan Ekonomi pada 17 Agustus, Xi Jinping, menekankan perlunya menggerakkan “Kemakmuran Bersama”, dan memberikan usulan agar donasi perusahaan dilakukan dalam 3 tahapan. Karena mendistribusikan kembali penghasilan, jadi perusahaan swasta Tiongkok segera menanggapi.

Menurut data Bloomberg, sejak Agustus, setidaknya 73 perusahaan yang terdaftar di bursa saham Tiongkok, telah menyebutkan dalam laporan keuangan mereka bahwa perusahaan bersedia mendukung kebijakan “Kemakmuran Bersama” yang dicanangkan Xi Jinping. 

Ekonom Tiongkok Zhang Weiying. (Wikipedia)

Setelah raksasa teknologi Tencent mengumumkan rencana menginvestasikan RMB. 100 miliar dalam proyek “Inovasi Nilai Sosial Berkelanjutan” dan “Proyek Khusus untuk Kemakmuran Bersama”. 

Pada 2 September, Alibaba Group juga mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan RMB. 100 miliar untuk “Sepuluh Besar Tindakan Membantu Kemakmuran Bersama” yang segera akan diluncurkan.

Daniel Zhang, Ketua dan CEO Alibaba Group menyebutkan dalam sebuah pernyataannya pada 3 September bahwa, Alibaba “sudah tidak sabar lagi untuk berkontribusi pada realisasi Kemakmuran Bersama”, “Kami sangat yakin bahwa Alibaba baru bisa menjadi baik jika negara dan masyarakat sudah menjadi baik. Kami bersedia memberikan kontribusi untuk membantu negara mencapai kemakmuran bersama dalam pembangunan berkualitas tinggi meskipun sumbangsih kita tidak seberapa”.

Namun demikian, tanggapan pasar sangat realistis. Harga saham Alibaba Group langsung anjlok hampir 4% di Bursa Efek Hongkong pada hari itu. Harga saham Alibaba Group di New York Stock Exchange juga turun dari level tertinggi di atas USD. 300 tahun ini menjadi sekitar USD. 170 per lembar sahamnya.

Setelah Xi Jinping mendengungkan gerakan “Kemakmuran Bersama”, Zhang Weiying, profesor ekonomi di Universitas Peking, pada 1 September menerbitkan artikel berjudul “Ekonomi Pasar dan Kemakmuran Bersama” di ‘Forum 50 Ekonomi Tiongkok’ yang memperingatkan, bahwa jika pemerintah komunis Tiongkok kehilangan kepercayaannya pada ekonomi pasar dan memperkenalkan lebih banyak intervensi pemerintah, maka itu dapat menyebabkan terwujudnya kemiskinan bersama.

‘Forum 50 Ekonomi Tiongkok’ adalah komunitas ekonomi penting di daratan Tiongkok. Didirikan pada tahun 1998 oleh Liu He, Wakil Perdana Menteri Tiongkok sekarang. Ekonom terkenal seperti Wu Jinglian, Cai Fang, Yi Gang dan lainnya semua adalah anggota dari forum tersebut.

Cendekiawan Cheng Xiaonong yang juga mantan direktur Kantor Riset Komprehensif Institut  Reformasi Sistem Ekonomi dan Riset Ekonomi Tiongkok di AS kepada Radio Free Asia mengatakan, ia sangat mengagumi Zhang Weiying. Ia telah menunggu komentar seperti itu. Ada sejumlah besar ekonom di daratan Tiongkok yang menganjurkan dilaksanakannya ekonomi pasar. Mereka sangat aktif sebelumnya. Setiap kali dimana adanya perubahan kebijakan pemerintah, mereka akan berbicara. Kali ini intervensi dari tangan mereka cukup dalam dan mantap, meskipun kebanyakan pakar lainnya sudah enggan untuk membicarakannya lagi, pura-pura tidak melihat. Mereka juga tahu apa yang tidak boleh mereka katakan”. 

Ia juga mengatakan bahwa Zhang Weiying adalah seorang rekan lama, Zhang Weiying harus dengan hati-hati menerbitkan artikel panjangnya dalam konteks resmi atau yang dapat ditoleransi oleh pemerintah komunis Tiongkok.

Cheng Xiaonong menuturkan, sebenarnya tiga kalimat saja sudah cukup. Kalimat pertama yaitu Kemakmuran Bersama itu adalah slogan bohong. Kalimat kedua, Kemakmuran Bersama berarti bahwa pemerintah memaksa perusahaan swasta untuk menyumbang, dan menggunakan slogan ini untuk menutupi praktik mengeruk kekayaan perusahaan swasta. Cheng Xiaonong menambahkan, pada saat yang sama mengarahkan opini ketidakpuasan dan kecemburuan sosial ke perusahaan swasta. Kalimat ketiga adalah bahwa cepat atau lambat Partai Komunis Tiongkok akan merealisasikan kekayaan milik bersama, alias milik mu adalah milik ku”.

Pejabat komunis Tiongkok berbicara tentang “Kemakmuran Bersama”. (Radio Free Asia)

Zhang Weiying menguraikan soal dasar-dasar teori ekonomi pasar dalam artikel panjangnya itu : Ekonomi pasar adalah sistem yang paling adil dalam sejarah umat manusia, yang memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi kaya dan menolak adanya hak istimewa. 

Ekonom Zhang menekankan bahwa dalam empat dekade terakhir, Tiongkok telah mencapai lompatan ekonomi dan menguntungkan masyarakat umum di Tiongkok karena menjalani ekonomi pasar.

Zhang Weiying membuat kritikan tajam terhadap ekonomi terencana, Ia menulis : Ekonomi terencana dirancang oleh sejumlah kecil intelektual dan kemudian dipaksakan kepada masyarakat dari atas ke bawah oleh penguasa, jadi ada saja orang yang mempertahankan bahkan membelanya. Namun berbeda dengan ekonomi terencana, ekonomi pasar itu tidak dirancang oleh para intelektual. Itu tercipta secara spontan dari bawah ke atas. 

Selain itu Zhang dalam tulisannya juga menekankan : Secara historis, kita dapat melihat bahwa kekuatan terbesar yang menentang ekonomi pasar adalah kaum kelas istimewa dan mereka-mereka yang memiliki kepentingan pribadi.

Apakah sistem hak milik masih terjamin ?

Berbicara tentang pandangan rekan lama Zhang Weiying, Cheng Xiaonong mengatakan : “Ada sesuatu dalam Kemakmuran Bersama yang perlu dijelaskan. Siapa yang akan kaya dengan siapa ? Ini perlu diusut, di mana orang terkaya di daratan Tiongkok ? Orang kaya ada di antara jajaran pejabat tinggi, pejabat di tingkatan atas, para kader kelas menengah dan bawah. Apakah mereka juga menjadi objek kemakmuran bersama ? Jika iya, maka harus dimulai dengan dana dari aset komite tetap di semua tingkatan”.

Ketika berbicara tentang pemecahan masalah kemiskinan, Zhang Weiying menulis bahwa pemerintah dan badan amal dapat melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah kemiskinan, tetapi perlu kita sadari bahwa uang untuk pengentasan kemiskinan yang diberikan oleh pemerintah atau badan amal itu pada dasarnya diciptakan oleh para wirausahawan.

Zhang Weiying menunjukkan bahwa apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan badan amal itu hanyalah mentransfer kekayaan dari satu kelompok orang ke kelompok lainnya. Dari mana dananya ? pengusahalah yang menciptakan kekayaan baru setelah itu pemerintah dan badan amal punya uang untuk digunakan mengentas kemiskinan. Jika pengusaha sudah tidak bersemangat lagi untuk menciptakan kekayaan, maka pemerintah dan badan amal itu kehilangan kemampuan untuk mengentas kemiskinan.

Wang Jian, seorang pejabat media keuangan senior di Amerika Serikat mengatakan kepada RFA bahwa artikel Zhang Weiying bertujuan menanggapi dua masalah utama sekaligus : Pertama, ekonomi Tiongkok menghadapi tren ‘BUMN in BUMS out’ dari pasar, dan menggiring pelaksanaan sistem non-pasar. Dia berharap untuk mempertahankan mekanisme pasar dan mencegah kembalinya era ekonomi terencana. Kedua, perlu disangkal bahwa kemakmuran bersama tidak dapat dicapai dengan cara 3 kali donasi perusahaan swasta, tetapi berharap pemerintah lebih berfokus terhadap penciptaan lebih banyak kekayaan melalui ekonomi pasar.

Wang Jian lebih lanjut menguraikan tentang teori hak milik yang disinggung Zhang Weiying dalam artikelnya. Bahwa Sistem hak milik melindungi hak kepemilikan seseorang, berarti bahwa milik saya tidak boleh dirampas orang lain. Sekarang slogan Kemakmuran Bersama keluar, Alibaba dan Tencent menyumbangkan RMB. 100 miliar. Bukankah ini merampas kekayaan orang lain ? Ini merupakan tindakan yang merusak sistem hak milik, ketika semua orang sadar bahwa kekayaan saya tidak aman lagi disimpan di daratan Tiongkok, maka hasilnya adalah memindahkan kekayaan ke luar negeri atau memilih ikut menganut sifat pesimis atau tren Tang Ping yang semakin populer di daratan Tiongkok.

Wang Jian juga menyebutkan bahwa sistem hak milik adalah landasan ekonomi pasar, dan “Kemakmuran Bersama” yang dicanangkan oleh Xi Jinping adalah perusak landasan tersebut. (sin)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments